PULAU PANGGANG, BPSNet – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan inovasi pendidikan yang berpijak pada kearifan lokal sekaligus responsif terhadap kemajuan teknologi. Melalui Program Hibah Doktor Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Tahun 2026, tim peneliti UNJ melaksanakan riset lapangan inovatif di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, pada 26–28 April 2026.
Penelitian bertajuk “Optimalisasi Bahan Ajar Karakterisasi Silat Mandar Berbasis Virtual Reality di Masyarakat Pulau Seribu DKI Jakarta” ini dipimpin oleh Siti Gomo Attas (dosen S2 Linguistik Terapan FBS UNJ), didampingi oleh Gres Grasia Azmin (dosen Sastra Indonesia FBS UNJ), dan Bambang Prasetya Adhi (dosen Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer FT UNJ).
Riset ini juga melibatkan mahasiswa UNJ, Nur Fithri Qomariah Rambe dan Anis Nabilah Romadona, serta menggandeng mitra lokal, Achmad Zen dari Sanggar Ikatan Pencak Silat Pulau Panggang.
Sentuhan Teknologi Virtual Reality
Kegiatan penelitian berfokus pada upaya mendokumentasikan, mengidentifikasi, dan menganalisis nilai-nilai karakter dalam tradisi Silat Mandar yang hidup di tengah masyarakat Kepulauan Seribu. Tradisi bela diri pesisir ini dinilai memuat berbagai nilai luhur yang sangat relevan untuk pembentukan karakter generasi muda.
Dalam prosesnya, tim peneliti melakukan observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, pelaku seni, serta praktisi Silat Mandar. Seluruh data gerakan, filosofi, dan praktik budaya tersebut kemudian diolah menjadi bahan ajar berbasis Virtual Reality (VR). Teknologi ini memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif, imersif, dan kontekstual.
“Silat Mandar tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, keberanian, tanggung jawab, penghormatan kepada sesama, serta kecintaan terhadap budaya lokal,” ujar Ketua Tim Peneliti, Siti Gomo Attas.
“Melalui penelitian ini, kami ingin menghadirkan model pembelajaran yang mampu menghubungkan pelestarian budaya dengan kebutuhan pembelajaran generasi digital. Teknologi Virtual Reality memberikan peluang besar untuk menghadirkan pengalaman belajar budaya yang lebih hidup dan bermakna,” lanjutnya.
Tembus Jurnal Internasional Bereputasi
Inovasi mutakhir ini tidak hanya berdampak di lapangan, tetapi juga telah diakui secara akademis di tingkat global. Hasil penelitian ini telah resmi dipublikasikan dalam jurnal internasional “Acta Innovations” yang terindeks Scopus.
Ketua LPPM UNJ, Iwan Sugihartono, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap riset yang sukses mengintegrasikan aspek pendidikan, teknologi, dan pelestarian budaya secara simultan ini.
“UNJ terus mendorong lahirnya penelitian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pengembangan bahan ajar Silat Mandar berbasis Virtual Reality ini menunjukkan bagaimana warisan budaya dapat diadaptasi ke dalam ekosistem pembelajaran modern tanpa kehilangan nilai-nilai autentiknya,” ungkap Iwan.
Ringkasan Berita:
-
Riset Inovatif: Tim peneliti UNJ mengembangkan bahan ajar Silat Mandar berbasis teknologi Virtual Reality (VR) di Pulau Panggang.
-
Kolaborasi Lokal: Penelitian melibatkan dosen, mahasiswa, dan menggandeng Sanggar Ikatan Pencak Silat Pulau Panggang.
-
Tujuan Program: Menghubungkan pelestarian nilai karakter budaya lokal (disiplin, tanggung jawab, keberanian) dengan metode pembelajaran interaktif bagi generasi digital.
-
Capaian Akademik: Hasil riset inovasi budaya ini telah berhasil dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi (Scopus).
