PULAU PRAMUKA, BPSNet – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) resmi memulai distribusi bibit cabai secara masif kepada warga. Langkah ini diambil sebagai strategi jitu dalam mengendalikan inflasi daerah sekaligus mewujudkan kemandirian pangan di wilayah pesisir.
Aksi pembagian bibit ini dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, bertempat di Green House Pulau Pramuka, Kamis (12/02/2026). Lokasi ini dipilih karena memiliki fasilitas pembibitan modern dengan kapasitas hingga 1.200 tanaman sekali semai.
Bupati Fadjar Churniawan menjelaskan bahwa program ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Hal ini mengingat cabai seringkali menjadi komoditas “pedas” yang memicu kenaikan angka inflasi di Jakarta, termasuk wilayah kepulauan.
“Terima kasih, ini memang berangkat dari pemikiran Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur. Cabai ini salah satu pemicu inflasi daerah. Apalagi di Kepulauan Seribu, masyarakat kalau makan tanpa cabai rasanya seperti belum makan,” ujar Fadjar sembari berseloroh mengenai kegemaran warga pada rasa pedas.
Fadjar berharap keberadaan Green House di Pulau Pramuka dapat menjadi mesin produksi bibit yang handal. Ia mendorong masyarakat untuk tidak sekadar menerima, tetapi benar-benar merawat bibit tersebut hingga masa panen tiba.
“Momentum ini kita perluaskan agar masyarakat bisa mengelolanya sampai berbuah. Harapannya bisa dikonsumsi langsung untuk menghemat pengeluaran dapur, atau bahkan memberi nilai ekonomi tambahan bagi keluarga,” tambahnya.
Kepala Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati, merinci bahwa sepanjang tahun 2026, pihaknya menargetkan pendistribusian sebanyak 4.800 bibit cabai. Distribusi dilakukan secara bertahap setiap triwulan untuk memastikan ketersediaan stok bibit tetap terjaga.
“Triwulan pertama ini kami siapkan 1.200 bibit. Masing-masing kelurahan akan menerima 200 bibit. Pola serupa akan terus kami jalankan di triwulan berikutnya sampai target 4.800 bibit tersalurkan sepenuhnya,” jelas Nurliati.
Mekanisme pengambilan bibit pun dibuat cukup mudah namun tetap tertib. Setiap Kepala Keluarga (KK) berhak mendapatkan maksimal lima bibit cabai cukup dengan menunjukkan KTP sebagai bukti domisili. Ditargetkan ada 40 KK penerima manfaat di setiap kelurahan pada setiap tahap distribusi.
“Semoga program ini mampu menekan inflasi, memperindah pekarangan rumah warga, dan yang terpenting mewujudkan pulau mandiri pangan menuju ketahanan pangan yang tangguh di Kepulauan Seribu,” tutup Nurliati.
Ringkasan Berita:
Target Masif: Pemkab Kepulauan Seribu menargetkan distribusi 4.800 bibit cabai sepanjang tahun 2026, dimulai dengan 1.200 bibit pada triwulan pertama.
Kendali Inflasi: Program ini bertujuan menekan angka inflasi daerah yang dipicu oleh fluktuasi harga cabai serta mengurangi ketergantungan warga pada pasokan daratan.
Mekanisme Distribusi: Setiap keluarga (KK) bisa mendapatkan maksimal 5 bibit dengan menunjukkan KTP di kelurahan masing-masing, memanfaatkan fasilitas Green House Pulau Pramuka.
Dukung Konten Berkualitas
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, pertimbangkan untuk memberikan donasi melalui e-wallet.
Gunakan nomor: 082118113019 untuk melakukan donasi melalui aplikasi e-wallet pilihan Anda.













