Mitos

Benarkah Pulau Ini Paling Seram di Kepulauan Seribu?

Avatar photo
1076
×

Benarkah Pulau Ini Paling Seram di Kepulauan Seribu?

Sebarkan artikel ini
dok. Istimewah

Senja mulai merayap di cakrawala, angin laut berhembus lembut membawa aroma garam yang menyatu dengan gemuruh ombak kecil. Pulau ini tampak damai dengan pepohonan rindang dan pantai berpasir putih. Namun, begitu kaki menapak di tanahnya, ada sesuatu yang terasa ganjil. Sebuah perasaan seolah-olah ada mata-mata tak kasatmata yang mengawasi, membuat bulu kuduk berdiri tanpa sebab.

Dahulu, pulau ini dirancang sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Seribu. Gedung-gedung pemerintahan, markas kepolisian, pos TNI, bahkan sempat direncanakan pembangunan gedung kejaksaan. Namun, rencana besar itu terhenti akibat permasalahan status kepemilikan lahan, seolah ada kekuatan tak kasatmata yang enggan membiarkan pulau ini menjadi pusat aktivitas manusia.

Di sisi barat pulau, berdiri sebuah Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang menjadi peristirahatan terakhir bagi warga Pulau Panggang dan Pulau Pramuka. Namun, bukan sekadar makam biasa, beberapa di antaranya adalah makam-makam lama tanpa identitas jelas. Konon, mereka adalah para tokoh yang kisahnya telah terkubur bersama jasad mereka. Lebih mengerikan lagi, ada kabar bahwa pulau ini pernah menjadi lokasi eksekusi mati bagi sejumlah bandar narkoba besar, membuat aura kematian semakin pekat di tempat ini.

Di sisi timur, pantai yang indah dengan pasir putih bernama Cikaya atau Pantai Cinta Karya menjadi daya tarik wisatawan. Namun, di dekat area pemakaman, berdiri sebatang pohon tua yang hanya menyisakan batang tetapi tetap hidup. Fenomena ini kerap menimbulkan rasa penasaran, seolah menyimpan misteri tersendiri. Bagi mereka yang cukup peka, suasana di sekitar pantai ini terkadang menghadirkan sensasi yang tak biasa. Bisikan-bisikan samar di telinga, bayangan hitam melintas di antara pepohonan, hingga aroma melati yang tiba-tiba menyeruak tanpa ada sumbernya.

Banyak yang mengaku mengalami kejadian aneh saat berada di pulau ini. Seorang ASN yang pernah menginap di rumah dinas teknis Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mengisahkan pengalaman mencekamnya. Malam itu, ia merasa ada sesuatu yang mengawasi dari sudut ruangan. Tak lama kemudian, sesosok bayangan hitam besar muncul di depannya, membuatnya nyaris kehilangan kesadaran. Dengan gemetar, ia segera meninggalkan rumah dinas itu keesokan harinya tanpa berani kembali.

Tak hanya itu, seorang ibu yang tinggal di pulau ini juga menceritakan kejadian aneh yang dialami seorang anggota kepolisian. Suatu malam, personel tersebut tidur di dalam gedung Polres, namun ketika terbangun, ia sudah berada di pinggir pantai dengan tubuh menggigil kedinginan. Tidak ada yang tahu bagaimana ia bisa berpindah tempat tanpa terbangun di tengah malam.

Seorang ASN dari Kementerian Agama bahkan mengaku pernah dijahili makhluk halus saat bertugas di pulau ini. Ia merasakan kasurnya bergetar sendiri saat tengah malam, padahal tidak ada orang lain di ruangan. Kejadian ini membuatnya enggan kembali menginap di sana.

Seorang tokoh masyarakat Pulau Panggang bahkan meyakini bahwa pulau ini menyimpan jejak para pedagang Cina di masa lampau. Ia mengaku pernah melihat sosok gadis cantik dengan pakaian ala perempuan-perempuan Tiongkok berjalan di tepian pulau. Konon, pulau ini menyimpan peninggalan berharga seperti keramik dan gerabah kuno yang dulunya dibawa oleh para pedagang tersebut. Beberapa warga mengaku pernah menemukan barang-barang antik itu, seolah menjadi bukti bahwa kisah tersebut bukan sekadar mitos.

Tak hanya para warga, bahkan penulis sendiri pernah mengalami kejadian aneh di pulau ini. Siang hari yang panas terik, sekitar pukul 12 siang, tiba-tiba udara di sekitar menjadi dingin dan aroma melati menyeruak begitu tajam. Aneh, karena rekan yang menemani sama sekali tidak mencium bau tersebut. Sensasi itu berlangsung selama beberapa menit sebelum akhirnya menghilang seiring hembusan angin yang membawa desir pasir pantai.

Masih banyak kisah yang beredar tentang kejadian-kejadian mistis di pulau ini. Seorang ibu rumah tangga yang biasa mencuci pakaian di sini pernah mengalami kerasukan atau dalam bahasa lokal disebut “kesurupan”. Ia mulai mengoceh sendiri dengan suara yang tak jelas artikulasinya, lalu tiba-tiba mengamuk tanpa sebab. Butuh beberapa orang untuk menenangkannya sebelum akhirnya ia sadar, dengan wajah kebingungan seperti tidak mengingat apa yang baru saja terjadi.

Beberapa warga juga melaporkan sering mendengar suara langkah kaki di malam hari, suara ketukan di jendela tanpa ada orang di luar, serta bayangan yang bergerak di sudut mata namun menghilang saat diperhatikan lebih lanjut.

Misteri pulau ini tetap menjadi perdebatan. Sebagian menganggapnya hanya cerita yang dibesar-besarkan, sementara yang lain meyakini bahwa ada sesuatu yang tak terlihat namun benar-benar ada. Entah benar-benar dihuni oleh makhluk tak kasatmata atau hanya imajinasi yang dipicu suasana sepi dan cerita turun-temurun, pulau ini tetap menjadi salah satu pulau dengan aura paling mencekam di Kepulauan Seribu.

Namun, ada satu pertanyaan yang menggelitik: jika benar Pulau Karya dianggap angker, mengapa sejak awal dipilih sebagai pusat aktivitas pemerintahan Kabupaten Kepulauan Seribu? Apakah kisah mistis ini benar adanya, atau sekadar alasan tak masuk akal untuk menutupi sesuatu yang lebih besar? Bahkan, ada komentar nyinyir dari warga sekitar yang menyebut bahwa label “seram” ini hanyalah cara agar para pegawai pemerintah dari daratan enggan berkantor di sini. Jika benar demikian, lalu siapa sebenarnya yang paling takut: makhluk halus atau manusia?

[poll id=”3″]

Bagaimana Anda menilai informasi ini? Berikan reaksi Anda!

Dukung Konten Berkualitas

Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, pertimbangkan untuk memberikan donasi melalui e-wallet.

Gunakan nomor: 082118113019 untuk melakukan donasi melalui aplikasi e-wallet pilihan Anda.

Lihat tata cara donasi di sini