Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meluncurkan program manajemen talenta bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Program ini diluncurkan di Grha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta, pada Senin (17/3), sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing tinggi.
“Manajemen talenta hadir untuk memastikan pengelolaan karier PNS dilakukan secara lebih transparan, objektif, dan berkelanjutan. Sehingga setiap pegawai memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang sesuai dengan kompetensi dan kinerjanya,” ujar Gubernur Pramono.
Ia menargetkan, di akhir masa jabatannya, Jakarta bisa masuk dalam daftar 50 kota global dunia. Saat ini, berdasarkan survei dari Kerney, peringkat daya saing Jakarta turun ke posisi 74 dari 156 kota dunia, setelah sebelumnya sempat berada di urutan 54 pada 2015.
“Harapan saya, di akhir jabatan nanti, Jakarta masuk 50 kota global. Dulu bisa, masa sekarang tidak bisa? Padahal fasilitas dan infrastrukturnya jauh lebih baik,” tegasnya.
Pramono menekankan bahwa manajemen talenta akan digunakan untuk memilih pemimpin-pemimpin di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, termasuk mendefinitifkan jabatan Pelaksana Tugas (Plt) yang masih belum diisi secara resmi.
“Sebentar lagi setelah Lebaran, saya akan definitifkan semua Plt yang ada di Pemprov DKI,” imbuhnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Marullah Matali, menyebutkan bahwa Pemprov DKI telah menerapkan sistem meritokrasi sejak 2013, dan program manajemen talenta ini akan semakin mengoptimalkan pengelolaan ASN.
“Dengan sistem ini, setiap pegawai dapat berkembang sesuai potensi dan kebutuhan. Ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global dengan birokrasi yang modern dan profesional,” kata Marullah.
Untuk memastikan program ini berjalan efektif, sistem informasi manajemen talenta telah disiapkan guna mendukung proses seleksi, pengembangan, promosi, serta rotasi mutasi pegawai secara lebih efisien dan akuntabel.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, mengapresiasi langkah Pemprov DKI dalam menerapkan manajemen talenta. Menurutnya, program ini mempermudah pengisian jabatan dan mendorong mobilitas talenta nasional.
“Dengan manajemen talenta, kita akan mengumpulkan dan memetakan seluruh ASN sesuai keahliannya. Jika Pak Gubernur ingin mencari kepala dinas kelautan, misalnya, bisa langsung dicari talenta terbaik di seluruh Indonesia,” jelas Zudan.
Secara nasional, baru 44 instansi yang menerapkan sistem ini, dengan hanya empat provinsi yang telah mengadopsinya, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, dan Banten.
“Pemerintah pusat menargetkan sistem ini diterapkan lebih luas untuk mendukung mobilitas talenta secara nasional,” tandasnya.
[poll id=”3″]
Dukung Konten Berkualitas
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, pertimbangkan untuk memberikan donasi melalui e-wallet.
Gunakan nomor: 082118113019 untuk melakukan donasi melalui aplikasi e-wallet pilihan Anda.









