Lingkungan

Cegah Abrasi, 500 Bibit Mangrove Ditanam di Pesisir Barat Pulau Panggang

Avatar photo
68
×

Cegah Abrasi, 500 Bibit Mangrove Ditanam di Pesisir Barat Pulau Panggang

Sebarkan artikel ini

PULAU PANGGANG, BPSNet – Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, melakukan aksi nyata penyelamatan lingkungan dengan menanam sebanyak lima ratus bibit mangrove di pesisir pantai. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi abrasi sekaligus pemulihan ekosistem laut di wilayah tersebut.

Lurah Pulau Panggang, Jamaluddin, menyatakan bahwa aksi penanaman mangrove ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Bupati Kepulauan Seribu. Kegiatan ini mengedepankan kolaborasi antara unsur pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat setempat.

“Penanaman ini adalah langkah nyata kita bersama untuk menjaga daratan Pulau Panggang. Kami ingin memastikan ekosistem laut tetap terjaga, sehingga anak cucu kita nantinya masih bisa menikmati keasrian lingkungan ini,” ujar Jamaluddin di sela-sela kegiatan, Rabu (07/01/2026).

Jamaluddin menjelaskan, pemilihan lokasi penanaman di wilayah barat Pulau Panggang dilakukan bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut dinilai paling membutuhkan penguatan sabuk hijau alami untuk meredam hantaman gelombang besar dan ancaman pengikisan daratan.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa mangrove memiliki fungsi ekologis yang sangat luas. Selain sebagai penahan abrasi, hutan bakau ini nantinya akan menjadi habitat alami bagi berbagai biota laut, serta berperan penting dalam menyerap karbon untuk meningkatkan kualitas udara di kepulauan.

Aksi lingkungan ini diikuti oleh sekitar seratus peserta. Mereka terdiri dari jajaran ASN Kelurahan Pulau Panggang, petugas PJLP, pengurus RT dan RW, perwakilan Sudin Lingkungan Hidup, hingga personel Satpol PP yang bahu-membahu menanam bibit di area berlumpur.

Dukungan juga datang dari warga setempat. Yaya (40), salah satu warga Pulau Panggang, mengaku sangat antusias bisa terlibat langsung. Ia menyadari betul bahwa perlindungan terhadap pulau harus dimulai dari kepedulian masyarakatnya sendiri.

“Kami sebagai warga sangat mendukung kegiatan ini. Mangrove sangat penting untuk melindungi pulau dari abrasi. Semoga ke depan penanaman seperti ini bisa rutin dilakukan agar pulau kita tetap aman,” tandas Yaya.

Dengan adanya penanaman ini, wilayah barat Pulau Panggang diharapkan memiliki benteng alami yang kuat. Kelurahan Pulau Panggang berkomitmen untuk terus memantau pertumbuhan bibit-bibit tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.


Ringkasan Berita:

  1. Mitigasi & Ekologi: Sebanyak 500 bibit mangrove ditanam di wilayah barat Pulau Panggang untuk menahan abrasi dan memulihkan ekosistem laut.

  2. Sinergi Lintas Sektor: Kegiatan melibatkan 100 peserta dari unsur ASN, PJLP, Satpol PP, Sudin LH, hingga tokoh masyarakat (RT/RW).

  3. Komitmen Berkelanjutan: Aksi ini merupakan tindak lanjut Instruksi Bupati guna menciptakan “sabuk hijau” alami sebagai warisan lingkungan bagi generasi mendatang.

Bagaimana Anda menilai informasi ini? Berikan reaksi Anda!

Dukung Konten Berkualitas

Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, pertimbangkan untuk memberikan donasi melalui e-wallet.

Gunakan nomor: 082118113019 untuk melakukan donasi melalui aplikasi e-wallet pilihan Anda.

Lihat tata cara donasi di sini