Jakarta — Hanya 4,85 persen warga Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, yang bergelar sarjana per akhir 2024. Data ini menunjukkan ketimpangan akses pendidikan tinggi di wilayah kepulauan tersebut.
Data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menyebutkan, jumlah penduduk Kabupaten Kepulauan Seribu tercatat sebanyak 30.333 jiwa hingga Desember 2024.
Dari jumlah tersebut, hanya 1.470 jiwa atau sekitar 4,85 persen yang tercatat telah menyelesaikan pendidikan strata satu (S1).
Sementara itu, penduduk bergelar diploma tiga (D3) tercatat 425 jiwa (1,4 persen), dan diploma satu serta dua (D1 dan D2) sebesar 73 jiwa (0,24 persen).
Adapun warga yang menyandang gelar magister (S2) tercatat sebanyak 55 jiwa (0,18 persen), dan doktor (S3) hanya tiga jiwa atau 0,01 persen dari total populasi.
Sebaliknya, sebagian besar penduduk Kepulauan Seribu masih berpendidikan tingkat menengah dan dasar.
Lulusan SMA tercatat paling banyak, yakni 8.591 jiwa atau 28,32 persen. Lulusan SMP berjumlah 4.610 jiwa (15,2 persen), dan tamatan SD sebanyak 5.790 jiwa (19,09 persen).
Terdapat pula 3.323 jiwa (10,95 persen) yang belum menyelesaikan pendidikan dasar. Sementara itu, 5.994 jiwa atau 19,76 persen penduduk tercatat tidak atau belum pernah bersekolah.
Perlu dicatat, data ini mencakup seluruh penduduk yang terdaftar di Dukcapil, baik yang telah menyelesaikan pendidikan maupun yang masih menjalani pendidikan di jenjang terkait.
Dengan demikian, persentase penduduk berpendidikan dasar juga mengikutsertakan warga usia sekolah.
Minimnya proporsi penduduk berpendidikan tinggi mengindikasikan tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia di Kepulauan Seribu.
Akses, pemerataan fasilitas pendidikan, serta dukungan keberlanjutan menjadi faktor krusial yang perlu mendapat perhatian.
Dukung Konten Berkualitas
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, pertimbangkan untuk memberikan donasi melalui e-wallet.
Gunakan nomor: 082118113019 untuk melakukan donasi melalui aplikasi e-wallet pilihan Anda.









