Pulau Panggang – Kelurahan Pulau Panggang berhasil menunjukkan kemajuan dalam program ketahanan pangan dengan panen 15 kilogram pakcoy dan kangkung. Hasil panen ini berasal dari lahan yang dikelola di RPTRA Tanjung Elang Berseri, RPTRA Tanjung Timor, serta RPTRA Pulau Panggang, yang memanfaatkan area hijau untuk bercocok tanam.
Muhammad Nuralim, Sekretaris Kelurahan Pulau Panggang, mengungkapkan bahwa panen ini tidak hanya memberi manfaat langsung kepada masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi inspirasi untuk terus mengembangkan sistem pertanian lokal.
“Upaya ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan kemandirian pangan serta mendukung kebutuhan masyarakat dalam pencegahan stunting,” ujarnya pada Selasa (25/3).
Tidak hanya pakcoy dan kangkung, RPTRA di kawasan ini juga sukses mengelola budi daya tanaman lain seperti cabai dan terung, serta ikan lele. Panen secara rutin menjadi agenda penting yang melibatkan komunitas lokal, termasuk anggota Tim Penggerak PKK, yang turut berperan aktif dalam kegiatan bercocok tanam ini.
Fitriana Lubis, Bendahara RPTRA Tanjung Timor, menambahkan bahwa hasil panen diberikan kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan. Dengan hasil yang konsisten, RPTRA di Pulau Panggang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem pertanian yang mendukung kebutuhan masyarakat.
Program ini menjadi contoh nyata keberhasilan pengelolaan sumber daya lokal yang berkelanjutan. Pulau Panggang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjadi simbol inovasi dalam ketahanan pangan di wilayah Kepulauan Seribu.
[poll id=”3″]
Dukung Konten Berkualitas
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, pertimbangkan untuk memberikan donasi melalui e-wallet.
Gunakan nomor: 082118113019 untuk melakukan donasi melalui aplikasi e-wallet pilihan Anda.













