Perikanan

Dukung Ketahanan Pangan, PBKL Targetkan Distribusi 200 Ribu Benih Ikan di Tahun 2026

Avatar photo
23
×

Dukung Ketahanan Pangan, PBKL Targetkan Distribusi 200 Ribu Benih Ikan di Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, BPSNet – Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PBKL) Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menetapkan target ambisius untuk tahun 2026. Sebanyak 200.000 benih ikan konsumsi diproyeksikan akan didistribusikan kepada kelompok pembudidaya di wilayah Jakarta, khususnya Kepulauan Seribu.

Program distribusi besar-besaran ini merupakan bagian dari strategi penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Selain itu, langkah ini diambil untuk memperkokoh ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal agar warga pulau tidak selalu bergantung pada pasokan pangan dari daratan.

Kepala UPT PBKL Dinas KPKP DKI Jakarta, Andi Dala Jemma, menjelaskan bahwa bantuan benih ini adalah instrumen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Fokus utamanya adalah menciptakan kemandirian ekonomi bagi para nelayan dan pembudidaya.

“Melalui budidaya ikan, masyarakat tidak hanya mendapatkan sumber pangan yang berkelanjutan, tetapi juga memiliki alternatif penghasilan ketika aktivitas melaut terkendala kondisi cuaca buruk,” ujar Dala Jemma, Selasa (10/02/2026).

Menilik pencapaian tahun sebelumnya, PBKL tercatat telah menyalurkan sebanyak 143.575 ekor benih ikan konsumsi sepanjang tahun 2025. Bantuan tersebut telah menjangkau 77 kelompok penerima yang terdiri dari Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), Unit Pembenihan Rakyat (UPR), hingga instansi pendidikan.

Untuk tahun 2026, PBKL optimis dapat melampaui capaian tersebut. Sebagai langkah awal di bulan Februari ini, tim PBKL telah mendistribusikan 1.000 ekor benih ikan bawal berukuran 7–8 sentimeter kepada Kelompok Sea Farming di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.

“Insyaallah, target kami tahun ini mencapai 200 ribu ekor. Kami ingin memastikan produksi ikan konsumsi di Kepulauan Seribu terus meningkat sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara mandiri,” jelas Dala Jemma lebih lanjut.

Dala berharap benih-benih yang dibagikan dapat dikelola secara profesional oleh kelompok pembudidaya. Dengan perawatan yang optimal, hasil panen nantinya diharapkan tidak hanya menjadi konsumsi rumah tangga, tetapi juga menjadi komoditas ekonomi yang meningkatkan taraf hidup warga.

Dukungan ini pun disambut baik oleh masyarakat. Ali (51), perwakilan Kelompok Sea Farming Pulau Panggang, mengaku bantuan ini sangat krusial bagi keberlanjutan usaha mereka. Ia berharap perhatian pemerintah terhadap sektor budidaya laut terus konsisten di masa mendatang.


Ringkasan Berita:

  • Target 2026: PBKL Dinas KPKP DKI menargetkan penyaluran 200.000 benih ikan konsumsi, naik signifikan dibanding capaian 2025 (143.575 benih).

  • Solusi Ekonomi: Program ini dirancang sebagai penghasilan alternatif bagi masyarakat pesisir saat cuaca buruk menghambat aktivitas melaut.

  • Realisasi Awal: Sebanyak 1.000 benih ikan bawal telah mulai didistribusikan kepada Kelompok Sea Farming di Pulau Panggang pada awal Februari 2026.

Bagaimana Anda menilai informasi ini? Berikan reaksi Anda!

Dukung Konten Berkualitas

Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, pertimbangkan untuk memberikan donasi melalui e-wallet.

Gunakan nomor: 082118113019 untuk melakukan donasi melalui aplikasi e-wallet pilihan Anda.

Lihat tata cara donasi di sini