Sekolah

SPMB 2026: Anak Pulau Dapat Porsi Utama di Jalur Prestasi SMA dan SMK

×

SPMB 2026: Anak Pulau Dapat Porsi Utama di Jalur Prestasi SMA dan SMK

Sebarkan artikel ini
Suasana pengarahan dan sosialisasi pelaksanaan SPMB 2026 kepada para pelajar di aula SMAN 69 Jakarta, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Pelaksanaan penerimaan murid baru tahun ini berkomitmen penuh memprioritaskan putra-putri asal pulau untuk mengakses kuota jalur prestasi dan afirmasi jenjang sekolah menengah. (Foto: SMAN 69 Jakarta)
Suasana pengarahan dan sosialisasi pelaksanaan SPMB 2026 kepada para pelajar di aula SMAN 69 Jakarta, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Pelaksanaan penerimaan murid baru tahun ini berkomitmen penuh memprioritaskan putra-putri asal pulau untuk mengakses kuota jalur prestasi dan afirmasi jenjang sekolah menengah. (Foto: SMAN 69 Jakarta)

JAKARTA, BPSNet — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 berpihak penuh pada masyarakat pesisir. Kebijakan ini diwujudkan dengan menempatkan peserta didik asal kepulauan sebagai prioritas utama, khususnya pada jalur prestasi jenjang SMA dan SMK.

Kepala Suku Dinas Pendidikan (Kasudindik) Kabupaten Kepulauan Seribu, Muhammad Thohari, menyatakan bahwa tahapan pertama proses seleksi tersebut kini telah rampung. Seluruh kuota yang disediakan pada fase awal ini dilaporkan telah terisi penuh sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Sponsored Banner Pulauseribu.co.id

Berdasarkan skema teknis, terdapat perbedaan perlakuan yang cukup signifikan untuk jenjang TK dan SD dibandingkan tingkat SMP hingga SMA. Proses seleksi bagi calon murid TK dan SD dirancang lebih fleksibel demi menyesuaikan kondisi geografis wilayah kepulauan.

“Untuk TK dan SD diberikan keleluasaan karena kondisi masyarakat kepulauan berbeda dengan wilayah daratan,” ujar Thohari saat memberikan keterangan resmi, Sabtu (27/06/2026). Dirinya menambahkan bahwa mekanisme penerimaan pada tingkatan dasar tersebut diatur sepenuhnya secara mandiri melalui kebijakan masing-masing sekolah.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Seribu, Muhammad Thohari

Sementara itu, akses pendaftaran untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK dilaksanakan secara terpusat melalui sistem daring. Walau berbasis digital dan terbuka luas, sistem seleksi untuk jalur prestasi tetap dikunci demi mengutamakan hak belajar anak-anak asli pulau.

Calon siswa baru yang berdomisili di wilayah daratan Jakarta sebenarnya tetap diberikan hak untuk mengakses laman pendaftaran online secara bebas. Kendati demikian, algoritma penyaringan secara otomatis akan mendahulukan berkas milik pelajar yang berdomisili di Kepulauan Seribu.

“Kalau ada pendaftar dari daratan tetap bisa mengakses, tetapi ketika ada anak-anak pulau yang memenuhi syarat dan mendaftar, mereka yang akan diprioritaskan,” tegas Thohari. Langkah proteksi ini diambil agar putra-putri daerah mendapatkan kesempatan seluas-luasnya untuk mengenyam pendidikan terbaik di wilayah mereka sendiri.

Memasuki akhir pekan ini, jalannya pelaksanaan SPMB 2026 di wilayah kepulauan dilaporkan telah resmi menginjak tahapan kedua. Perhatian tim panitia penerimaan kini dialihkan sepenuhnya untuk mengawal pembukaan seleksi pada jalur afirmasi.

Porsi kuota pada jalur afirmasi ini dialokasikan khusus bagi calon peserta didik dari keluarga penerima manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus. Selain itu, anak-anak dari orang tua yang menjadi korban pandemi Covid-19 serta penyandang disabilitas juga mendapatkan jaminan perlindungan hak yang sama.

Secara akumulatif, porsi daya tampung untuk jalur prestasi yang menyerap sekitar 27,5 hingga 30 persen kapasitas sekolah kini sudah tertutup rapat. Tim verifikator berkas di lapangan mulai bergerak cepat menyisir data pendaftar afirmasi agar proses berjalan tepat sasaran.

“Dengan demikian, proses penerimaan kini difokuskan pada seleksi jalur afirmasi sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Thohari menutup penjelasannya. Pihak Sudindik berharap pemerataan akses pendidikan ini mampu mendongkrak kualitas sumber daya manusia secara jangka panjang di kawasan Kepulauan Seribu.

Ringkasan Berita:

  • Keberpihakan Sistem: SPMB 2026 di Kepulauan Seribu secara penuh mengutamakan pelajar asli pulau, terutama pada pemenuhan kuota jalur prestasi SMA dan SMK.

  • Fleksibilitas TK & SD: Proses penerimaan murid baru tingkat TK dan SD diserahkan ke masing-masing sekolah secara mandiri untuk menyesuaikan kondisi geografis wilayah maritim.

  • Tahap Afirmasi Dimulai: Setelah kuota jalur prestasi terisi 27,5 hingga 30 persen, panitia kini memfokuskan seleksi tahap kedua untuk jalur afirmasi (KJP Plus, disabilitas, dan anak korban Covid-19).