Pulau Harapan — Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Aceng Zaeni, dibuat terkejut saat meninjau kondisi SDN Pulau Harapan 01 Pagi, Kamis (22/05/2025). Bangunan sekolah negeri yang berada di ibu kota itu nyaris roboh dan dinilai sudah tak layak menjadi tempat belajar.
“Setelah saya monitoring, kondisinya sangat memprihatinkan. Plafon hancur, tembok lapuk, musala dan toilet rusak parah, bahkan rumah dinas guru ikut ambruk,” ungkap Aceng yang belum lama menjabat Bupati Kepulauan Seribu ini dengan nada kecewa.
Bangunan sekolah yang telah berdiri lebih dari 16 tahun itu tampak luput dari perhatian. Aceng menyebut situasi ini tak bisa dibiarkan berlarut-larut, mengingat sekolah adalah fasilitas dasar bagi masa depan generasi muda.
“Kondisi ini sangat mendesak. Kami akan segera menyurati Suku Dinas Pendidikan dan mendorong agar renovasi menyeluruh dilakukan pada 2026,” tegasnya.
Tak hanya bangunan belajar, fasilitas penunjang seperti tempat ibadah dan sanitasi siswa pun dinyatakan tidak aman digunakan. Ini menjadi tamparan, mengingat SDN Pulau Harapan 01 adalah satu dari sedikit sekolah negeri di wilayah kepulauan.
Wakil Kepala Sekolah, Samsul Bahri, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan dan respons cepat dari pemerintah kabupaten.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian ini. Sudah lama kami menanti perbaikan. Semoga rehab total bisa dilakukan lebih cepat,” ujar Samsul.
Kondisi sekolah yang nyaris roboh di wilayah administratif DKI Jakarta ini menjadi alarm keras bahwa pemerataan fasilitas pendidikan masih jauh dari merata—khususnya di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.
Dukung Konten Berkualitas
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, pertimbangkan untuk memberikan donasi melalui e-wallet.
Gunakan nomor: 082118113019 untuk melakukan donasi melalui aplikasi e-wallet pilihan Anda.









