*Balai Kota

Berebut 2.843 Lowongan Padat Karya DKI, Pramono Anung Warning ‘Orang Dalam’

×

Berebut 2.843 Lowongan Padat Karya DKI, Pramono Anung Warning ‘Orang Dalam’

Sebarkan artikel ini
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

JAKARTA, BPSNet — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperketat pengawasan rekrutmen lowongan kerja program padat karya guna mengantisipasi praktik lancung titipan “orang dalam”. Langkah ini diambil menyusul membeludaknya jumlah pelamar yang mengincar ribuan posisi jaring pengaman ekonomi tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, program yang menyediakan 2.843 lowongan kerja dari 37 jenis pekerjaan ini sengaja dirancang sebagai instrumen perlindungan atau bantalan sosial bagi warga ibu kota. Terlebih, situasi perekonomian global saat ini dinilai tengah menghadapi tekanan yang kian berat.

Sponsored Banner Pulauseribu.co.id

“Kenapa dilakukan ini? Untuk membuat bantalan sosial. Karena kemudian memang ekonomi dunia kan tekanannya sekarang ini makin keras,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (21/06/2026).

Meningkingnya tensi persaingan, Pramono menginstruksikan jajarannya untuk menjaga keterbukaan informasi selama proses seleksi bergulir. Ia menjamin proses pendaftaran akan berjalan transparan dan bebas dari intervensi nonprosedural yang kerap memicu kecurigaan publik.

“Dan kekhawatiran untuk ‘orang dalam’ main-main, saya sudah sampaikan ke Bu Dewi, tidak boleh ada. Transparan, terbuka, karena ini dijaga dan ditunggu oleh masyarakat Jakarta,” tegas mantan Sekretaris Kabinet tersebut.

Ketatnya kompetisi dalam rekrutmen ini diamini oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi. Menurut dia, antusiasme warga untuk mengakses lapangan kerja bentukan pemerintah ini sangat tinggi. Berdasarkan data mutakhir, berkas pelamar yang masuk ke sistem kepegawaian telah menembus angka ratusan ribu.

“Jadi untuk Padat Karya sudah dibuka 37 lowongan pekerjaan dan per hari ini memang ada 100.000 pendaftaran,” kata Marulina.

Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan lini masa penutupan dan pengumuman seleksi agar masyarakat dapat memantau perkembangannya secara berkala. Pendaftaran untuk tahap pertama dijadwalkan akan ditutup pada 25 dan 26 Juni 2026. Sementara itu, hasil seleksi administrasi gelombang pertama akan diumumkan pada 27 Juni 2026, yang sekaligus menandai dibukanya keran pendaftaran untuk tahap kedua.

“Kita akan tutup di tanggal 25 dan 26 Juni untuk sesi pertama dan diumumkan tanggal 27. Dan pada tanggal 27 Juni itu juga akan ada sesi yang kedua,” tandas Marulina.

Ringkasan Berita:

  • Bantalan Ekonomi: Pemprov DKI membuka 2.843 lowongan dari 37 jenis pekerjaan padat karya untuk meredam dampak tekanan ekonomi global terhadap warga Jakarta.

  • Saringan Ketat: Hingga pekan ketiga Juni 2026, jumlah pendaftar telah menembus angka 100.000 orang.

  • Jadwal Krusial: Pendaftaran tahap pertama ditutup pada 25–26 Juni 2026, disusul pengumuman dan pembukaan tahap kedua secara serentak pada 27 Juni 2026.

  • Garansi Transparansi: Gubernur Pramono Anung melarang keras adanya praktik intervensi “orang dalam” dan menuntut proses seleksi terbuka total kepada Diskominfotik.