PULAU PRAMUKA, BPSNet – Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, menggelar tes narkotika melalui urine, sebagai upaya deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan dan kerja.
Kegiatan ini berlangsung di dua pulau utama, yaitu Pulau Pramuka dan Pulau Tidung, melibatkan ratusan peserta dari pelajar tingkat SMP, SMA, serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Petugas Jasa Layanan Perorangan (PJLP).
Kepala Bagian Umum dan Protokol Kabupaten Kepulauan Seribu, Sofyan, menjelaskan bahwa tes ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat anti-narkoba yang digagas BNN Pusat.
“BNN punya program nasional dan kami mendorong agar tes ini juga dilakukan untuk PJLP dan PPSU yang ada di kelurahan, kecamatan, dan kabupaten. Pelaksanaannya bertahap agar seluruh petugas di Kepulauan Seribu benar-benar bebas dari narkoba,” ujar Sofyan, Jumat (12/12/2025).
Secara total, Sofyan merinci bahwa ratusan peserta terlibat, mulai dari PJLP tingkat kabupaten, PPSU di setiap kelurahan dan kecamatan, hingga pelajar tingkat SMP dan SMA.
Memetakan Keterpaparan untuk Pencegahan
Kabag Umum BNNP DKI Jakarta, Jaka Sunarya, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan memetakan tingkat keterpaparan narkotika di masyarakat, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
“Kegiatan ini merupakan deteksi dini melalui pemeriksaan urine. Tujuannya untuk menggambarkan tingkat keterpaparan narkotika di lingkungan pendidikan dan lingkungan kerja, sehingga pihak sekolah, masyarakat, maupun Pemerintah dapat melakukan upaya pencegahan yang tepat,” jelas Jaka.
Jaka juga menyebut, pemeriksaan ini dilaksanakan serentak di lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu sebagai bagian dari program BNN di DKI Jakarta. Khusus di Kepulauan Seribu, pemeriksaan dilakukan di 6 sekolah dan 2 lingkungan kerja.
Tes Dadakan Apresiasi Sekolah
Menanggapi pelaksanaan tes urine ini, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 133 Pulau Pramuka, Marwah, menyampaikan apresiasi tinggi.
Marwah menyebut, pelaksanaannya dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada siswa, yang menjamin hasil yang didapat adalah murni.
“Kami sangat berterima kasih dan bersyukur dengan kegiatan seperti ini. Anak-anak tidak diberi informasi, jadi hasilnya murni tanpa rekayasa. Kami bisa mengetahui kondisi siswa terkait penggunaan narkotika,” ucapnya.
Dukung Konten Berkualitas
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, pertimbangkan untuk memberikan donasi melalui e-wallet.
Gunakan nomor: 082118113019 untuk melakukan donasi melalui aplikasi e-wallet pilihan Anda.









