Opini

Paket Wisata Murah Rusak Pariwisata Kepulauan Seribu, Siapa Bertanggung Jawab?

Avatar photo
386
×

Paket Wisata Murah Rusak Pariwisata Kepulauan Seribu, Siapa Bertanggung Jawab?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi/ist
Foto: Ilustrasi/Ist

Kepulauan Seribu – Pariwisata Kepulauan Seribu kini berada di titik kritis. Bukan karena berkurangnya wisatawan, tetapi akibat persaingan harga paket wisata yang tidak sehat. Demi menarik lebih banyak pelanggan, banyak penyedia jasa wisata berlomba menawarkan harga murah, mengabaikan kualitas layanan, bahkan mengorbankan keselamatan wisatawan. Jika praktik ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Kepulauan Seribu kehilangan daya tariknya sebagai destinasi unggulan di Indonesia.

Persaingan antar agen wisata telah menciptakan perang harga tanpa kendali, di mana operator berlomba menurunkan tarif tanpa mempertimbangkan standar layanan. Akibatnya, banyak paket wisata yang tidak memenuhi standar keamanan, tidak menyediakan perlengkapan keselamatan yang memadai, hingga menawarkan akomodasi di bawah standar.

Harga murah memang menarik bagi wisatawan, tetapi pada akhirnya, pengalaman buruk akibat layanan berkualitas rendah justru merusak citra pariwisata Kepulauan Seribu. Kapal wisata yang overkapasitas, pemandu yang kurang profesional, hingga fasilitas yang tidak layak semakin sering dikeluhkan. Jika ini terus terjadi, bukan hanya wisatawan yang kecewa, tetapi ekonomi lokal yang bergantung pada sektor pariwisata pun akan terdampak negatif.

Lebih buruk lagi, perang harga ini juga mengancam kelestarian lingkungan Kepulauan Seribu. Beberapa operator wisata menekan biaya operasional dengan mengabaikan aspek keberlanjutan, seperti pembuangan sampah sembarangan, eksploitasi ekosistem laut, hingga praktik wisata yang merusak alam. Hal ini semakin mempercepat degradasi lingkungan di wilayah yang seharusnya dilindungi sebagai kawasan konservasi.

Yang lebih mengkhawatirkan, minimnya regulasi dan pengawasan pemerintah terhadap standar industri wisata membuat kondisi ini semakin sulit dikendalikan. Hingga saat ini, masih banyak penyedia jasa wisata yang beroperasi tanpa regulasi yang jelas, sehingga wisatawan tidak memiliki jaminan keamanan dan kenyamanan selama perjalanan.

Seharusnya, pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas dengan menetapkan standar harga minimum, sertifikasi bagi operator wisata, serta pengawasan ketat terhadap kepatuhan industri terhadap standar layanan dan lingkungan. Jika regulasi ini tidak segera diterapkan, Kepulauan Seribu hanya akan menjadi destinasi wisata murah meriah yang ditinggalkan wisatawan akibat reputasi buruknya.

Di sisi lain, wisatawan juga harus lebih selektif dalam memilih penyedia jasa wisata. Jangan hanya tergiur harga murah tanpa mempertimbangkan kualitas dan keamanan. Wisata yang berkualitas bukan soal harga termurah, tetapi soal pengalaman terbaik yang aman, nyaman, dan berkesan.

Pariwisata Kepulauan Seribu masih bisa diselamatkan. Namun, semua pihak harus bertindak sekarang. Jika dibiarkan, siapa yang akan bertanggung jawab atas rusaknya citra pariwisata Kepulauan Seribu?

Opini ini ditulis oleh seorang pengamat pariwisata di Kepulauan Seribu.

[poll id=”3″]

Bagaimana Anda menilai informasi ini? Berikan reaksi Anda!

Dukung Konten Berkualitas

Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, pertimbangkan untuk memberikan donasi melalui e-wallet.

Gunakan nomor: 082118113019 untuk melakukan donasi melalui aplikasi e-wallet pilihan Anda.

Lihat tata cara donasi di sini