📌 RINGKASAN BERITA
- Air bersih dan sampah jadi prioritas: Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan menegaskan kebutuhan air bersih melalui SWRO serta penguatan pengelolaan sampah masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
- Bahas layanan dasar: Selain air bersih dan sampah, Rakorwil Juli 2026 juga membahas peningkatan layanan kesehatan, pembangunan SPBN, hingga penguatan pasokan listrik dan energi terbarukan.
PRAMUKA, BPSNet – Kebutuhan air bersih dan pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diselesaikan di Kepulauan Seribu. Hal itu disampaikan Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, saat Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Juli 2026 yang digelar di Ruang Pola Kantor Kabupaten Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, Rabu (08/07/2026).
Rakorwil yang diinisiasi Inspektorat Pembantu Kabupaten Kepulauan Seribu tersebut mengusung tema “Penguatan Komitmen Integritas Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih, Akuntabel, Transparan melalui Penerapan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah Terintegrasi”.
Menurut Fadjar, forum koordinasi tersebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan strategis yang dihadapi masyarakat Kepulauan Seribu.
“Melalui rapat koordinasi ini kita bisa bersama-sama mendapatkan solusi terbaik dari kendala dan kebutuhan masyarakat Kepulauan Seribu,” ujarnya.
Fadjar menjelaskan, kebutuhan air bersih masih menjadi tantangan utama di wilayah kepulauan. Karena itu, keberadaan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dinilai sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“SWRO sangat dibutuhkan di Kepulauan Seribu. Selama ini kita mengandalkan dukungan Sudin SDA dan PAM Jaya, namun kapasitasnya tentu terbatas. Sementara pemanfaatan air tanah juga memiliki berbagai pembatasan sehingga diperlukan solusi yang berkelanjutan,” katanya.
Selain air bersih, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu. Menurut Fadjar, gerakan pemilahan sampah yang melibatkan kecamatan dan kelurahan telah berjalan cukup baik, namun masih diperlukan penguatan infrastruktur agar pengiriman sampah ke daratan Jakarta dapat terus dikurangi.
“Gerakan masyarakat melalui kecamatan dan kelurahan sudah berjalan cukup baik. Namun, penguatan infrastruktur pengelolaan sampah masih diperlukan agar target pengurangan pengiriman sampah ke daratan dapat tercapai secara optimal,” ungkapnya.
Di sektor kesehatan, Fadjar berharap peningkatan fasilitas dan peralatan medis terus dilakukan mengingat kondisi geografis Kepulauan Seribu yang dipisahkan oleh lautan.
“Kami berharap fasilitas dan peralatan kesehatan terus ditingkatkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.
Ia juga kembali menyoroti kebutuhan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) untuk mendukung aktivitas nelayan, pelaku usaha pariwisata, dan transportasi laut antarpulau.
Selain itu, kebutuhan energi di pulau-pulau terluar juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, pengembangan pasokan listrik serta pemanfaatan energi baru terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) perlu terus didorong, khususnya di Pulau Sabira.
Mengakhiri sambutannya, Fadjar menegaskan bahwa pengawasan memiliki peran penting dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pengawasan bukanlah tembok penghambat, melainkan kompas penunjuk arah agar langkah pembangunan tidak tersesat,” tandasnya.
Sementara itu, Inspektur Pembantu Kabupaten Kepulauan Seribu, Romadona Dwi Suhardhana, mengatakan penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi menjadi instrumen penting untuk memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di wilayah Kepulauan Seribu.
