EventUtama

Abnon Kepulauan Seribu Jangan Hanya Jadi Seremoni, Ini Pesan Pemkab

Avatar photo
22
×

Abnon Kepulauan Seribu Jangan Hanya Jadi Seremoni, Ini Pesan Pemkab

Sebarkan artikel ini
Finalis Abang None Jakarta Kepulauan Seribu 2026 menampilkan bakat dan kreativitas pada Malam Keakraban di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (03/07/2026). Foto: Kominfotik Kepulauan Seribu.
Finalis Abang None Jakarta Kepulauan Seribu 2026 menampilkan bakat dan kreativitas pada Malam Keakraban di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (03/07/2026). Foto: Kominfotik Kepulauan Seribu.

📌 RINGKASAN BERITA

  • Lebih dari Seremoni: Pemkab Kepulauan Seribu meminta Abnon tidak hanya tampil dalam acara seremonial, tetapi menjadi duta promosi pariwisata, budaya, dan pembangunan daerah.
  • Pembentukan Karakter: Malam Keakraban menjadi bagian dari proses membangun kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, dan rasa kebersamaan sebelum malam final Abnon 2026.

JAKARTA, BPSNet — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu meminta para finalis Abang None (Abnon) Jakarta Kepulauan Seribu 2026 tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial. Mereka diharapkan mampu menjadi wajah pariwisata, duta budaya, sekaligus agen promosi yang aktif mengenalkan potensi Kepulauan Seribu kepada masyarakat luas.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kepulauan Seribu, Tri Indrawan, saat membuka Malam Keakraban (Makrab) Abnon Jakarta Kepulauan Seribu 2026 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (03/07/2026), berdasarkan siaran pers resmi Sudin Kominfotik Kepulauan Seribu.

Menurut Tri, malam keakraban bukan sekadar rangkaian agenda menuju malam final. Kegiatan itu menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, karakter, dan jiwa kepemimpinan di antara para finalis.

“Kompetisi memang akan menentukan siapa yang nantinya mengenakan selempang kehormatan. Namun persaudaraan yang terjalin malam ini adalah sesuatu yang nilainya jauh lebih besar dan akan terus hidup setelah seluruh rangkaian pemilihan berakhir,” ujarnya.

Ia mengatakan, seorang Abnon tidak cukup hanya memiliki kemampuan berbicara di atas panggung. Lebih dari itu, mereka harus mampu bekerja sama, menghargai perbedaan, membangun empati, dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

Tri berharap seluruh proses seleksi dapat menjadi bekal berharga bagi para finalis sebelum mengemban peran sebagai representasi Jakarta, khususnya Kabupaten Kepulauan Seribu. Menurutnya, karakter yang kuat menjadi modal penting dalam membawa citra positif daerah.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kepulauan Seribu, Fahmi Ardi Ramlan, mengatakan Malam Keakraban menjadi momentum bagi para finalis untuk saling mengenal lebih dekat sekaligus menampilkan bakat dan kreativitas.

“Setiap penampilan bukan sekadar pertunjukan. Di balik setiap nada, gerakan, dan cerita yang ditampilkan tersimpan keberanian untuk menunjukkan jati diri serta memberikan yang terbaik dengan penuh ketulusan,” kata Fahmi.

Ia menambahkan, Teater Besar Taman Ismail Marzuki dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai historis sebagai ruang lahirnya berbagai karya seni dan budaya nasional. Diharapkan, pengalaman tersebut menjadi awal perjalanan para finalis dalam mengukir prestasi sekaligus membawa nama baik Kepulauan Seribu.

Sebanyak 30 finalis Abnon Jakarta Kepulauan Seribu 2026 mengikuti Malam Keakraban setelah melewati tahapan seleksi awal, pembekalan, public speaking, island hopping, hingga penjurian tengah. Selanjutnya, mereka akan mengikuti malam final untuk memperebutkan gelar Abang dan None Jakarta Kepulauan Seribu Tahun 2026.

Bagaimana tanggapan Anda?