Lingkungan

Intip Pengolahan 4,5 Ton Sampah di Pulau Tidung, Camat Pastikan Proses Pilah Berjalan Maksimal

Avatar photo
28
×

Intip Pengolahan 4,5 Ton Sampah di Pulau Tidung, Camat Pastikan Proses Pilah Berjalan Maksimal

Sebarkan artikel ini

PULAU TIDUNG, BPSNet – Tantangan pengelolaan sampah di wilayah kepulauan menjadi perhatian serius jajaran Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Camat Kepulauan Seribu Selatan, Muhammad Nur, turun langsung meninjau proses pengolahan limbah di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Pulau Tidung untuk memastikan setiap kilogram sampah dikelola secara efisien, Selasa (28/04/2026).

Monitoring ini dilakukan guna melihat efektivitas teknologi dan alur kerja petugas dalam menangani volume sampah yang cukup besar di salah satu destinasi wisata unggulan Kepulauan Seribu tersebut.

“Hari ini kita melakukan monitoring untuk melihat sejauh mana tahapan pengelolaan yang dilakukan pihak Sudin LH dalam menangani sampah di wilayah Kelurahan Pulau Tidung. Kita ingin memastikan prosesnya berjalan sesuai standar,” tutur Muhammad Nur di lokasi.

Berdasarkan data dari Koordinator TPS Sudin LH Pulau Tidung, Andi Yanuar, tercatat rata-rata 4,5 ton sampah dikumpulkan setiap harinya dari aktivitas warga dan wisatawan. Dalam operasionalnya, petugas Sudin LH berkolaborasi erat dengan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk pengangkutan dari pemukiman.

Andi menjelaskan, sampah yang masuk tidak langsung dibuang, melainkan melalui proses pemilahan yang panjang dan sistematis. Tahapan awal dimulai dengan pemilahan manual untuk memisahkan sampah residu. Setelah itu, sampah dimasukkan ke mesin pemisah untuk memisahkan antara kategori organik dan non-organik.

“Hasil dari sampah non-organik diproses melalui tahap pengepresan plastik menjadi Refuse Derived Fuel (RDF). Sedangkan untuk sampah organik, kami olah kembali hingga menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman,” jelas Andi.

Meski proses di TPS sudah berjalan maksimal, Andi menekankan bahwa kunci utama keberhasilan sanitasi pulau ada pada kesadaran warga. Ia berharap masyarakat mulai mandiri dalam memilah sampah dari rumah tangga.

“Harapannya masyarakat bisa lebih mandiri memilah sampah sejak dari sumbernya (rumah), sehingga volume sampah yang masuk ke TPS tidak berlebihan dan lebih mudah diolah,” pungkasnya.


Ringkasan Berita:

  • Volume Sampah: TPS Pulau Tidung mengolah rata-rata 4,5 ton sampah per hari hasil kolaborasi dengan PPSU.

  • Proses Modern: Sampah dipilah secara manual dan mesin; non-organik diolah menjadi bahan bakar (RDF), sementara organik menjadi pupuk.

  • Tujuan Monitoring: Camat Muhammad Nur memastikan seluruh tahapan pengolahan berjalan optimal guna menjaga kebersihan lingkungan pulau.

Bagaimana Anda menilai informasi ini? Berikan reaksi Anda!

Dukung Konten Berkualitas

Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, pertimbangkan untuk memberikan donasi melalui e-wallet.

Gunakan nomor: 082118113019 untuk melakukan donasi melalui aplikasi e-wallet pilihan Anda.

Lihat tata cara donasi di sini