BPSNet meyakini bahwa kritik terhadap sebuah program bukan berarti menolak keberadaannya. Sebaliknya, kritik adalah bentuk kepedulian agar program tersebut semakin relevan dan memberi manfaat yang lebih luas. Abnon Kepulauan Seribu memiliki potensi besar menjadi wadah lahirnya pemimpin muda daerah, asalkan orientasinya benar-benar diarahkan pada pengabdian, bukan sekadar seremoni tahunan.
Lima Langkah yang Layak Dipertimbangkan
Pertama, membangun pembinaan sejak bangku sekolah melalui pelatihan kepemimpinan, komunikasi publik, bahasa asing, dan wawasan kepariwisataan di seluruh SMA dan SMK di pulau-pulau berpenduduk.
Kedua, memperkuat afirmasi bagi putra-putri asli Kepulauan Seribu tanpa menutup kesempatan peserta lain. Tujuannya bukan membatasi kompetisi, melainkan memastikan representasi masyarakat lokal semakin kuat.
Ketiga, membentuk Forum Alumni Abnon Kepulauan Seribu yang aktif menjalankan program promosi wisata, pemberdayaan UMKM, konservasi lingkungan, hingga edukasi generasi muda.
Keempat, mengubah indikator keberhasilan dari sekadar jumlah peserta dan kemeriahan malam final menjadi capaian program sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan yang dijalankan para finalis maupun alumni.
Kelima, menerbitkan laporan kinerja tahunan Abnon agar masyarakat dapat mengetahui kontribusi nyata program ini sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyelenggara.
Pada akhirnya, Kepulauan Seribu tidak kekurangan anak muda berbakat. Yang dibutuhkan adalah sebuah panggung yang benar-benar memberi ruang bagi mereka untuk tumbuh, mengabdi, dan kembali membangun tanah kelahirannya. Masyarakat mungkin akan lupa siapa yang mengenakan selempang pada malam final. Namun masyarakat tidak akan pernah lupa kepada mereka yang kembali ke pulau, bekerja bersama warga, dan menjadikan gelar Abang None sebagai awal pengabdian, bukan akhir sebuah perlombaan.
Catatan Redaksi:
Editorial ini merupakan pandangan redaksi berdasarkan pengamatan terhadap dinamika penyelenggaraan Abang None Kepulauan Seribu selama beberapa tahun terakhir. Tujuannya mendorong evaluasi konstruktif agar program pembinaan generasi muda tersebut semakin inklusif, berdampak, dan mampu melahirkan duta daerah yang tumbuh bersama masyarakat Kepulauan Seribu.
