Cerpen

Ning

Avatar photo
655
×

Ning

Sebarkan artikel ini

Ning tersenyum dan memeluk Kinan. “Aku akan selalu ada di sini untuk kamu, Kinan. Aku akan membantu kamu berhenti merokok.”

Kinan tiba-tiba mengeluh sakit kepala berat. “Ning, aku… aku merasa sakit kepala yang sangat berat,” katanya dengan suara yang lemah.

Ning terkejut dan berteriak histeris. “Kinan! Kinan, jangan! Jangan jatuh!”

Ning berhasil menangkapnya dan memeluknya erat.

“Kinan, jangan tinggalkan aku!” teriak Ning dengan suara yang histeris.

Tapi Kinan tidak menjawab. Ia hanya terkulai di pelukan Ning, dengan mata yang tertutup.

Ning memandang Kinan dengan khawatir, lalu berteriak: “Kinan, bangun! Tolong, bangun!”

Tapi Kinan tetap tidak sadarkan diri…

Teriakan Ning membuat Kinari, Kinara, dan Karta, terkejut. Mereka bergegas mendekati Ning dan Kinan.

“Bundaaaa, apa yang terjadi?!” tanya Kinari dengan suara yang khawatir.

Ning tidak menjawab. Ia hanya memandang Kinan dengan mata yang lebar dan berteriak: “Kinan, bangun! Tolong, bangun!”

Kinara berteriak, “Ayah! Ayah, kenapa?!” sambil menangis.

Karta hanya memandang dengan mata yang lebar, terkejut dan khawatir.

Ning terus memanggil Kinan, berharap suaminya akan sadarkan diri…

Dan begitulah, cerita Ning dan Kinan berhenti di sini, dengan pertanyaan yang masih menggantung di udara… Apa yang akan terjadi dengan Kinan? Apakah ia akan sadarkan diri, ataukah…?

Jangan lewatkan kisah Ning selanjutnya! Simak kelanjutan cerita yang penuh liku dan emosi, dan temukan jawaban atas pertanyaan yang masih menggantung…

[poll id=”4″]

Bagaimana Anda menilai informasi ini? Berikan reaksi Anda!

Dukung Konten Berkualitas

Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, pertimbangkan untuk memberikan donasi melalui e-wallet.

Gunakan nomor: 082118113019 untuk melakukan donasi melalui aplikasi e-wallet pilihan Anda.

Lihat tata cara donasi di sini

Cerpen

Di sebuah pulau kecil yang lampunya padam jam sembilan malam, seorang perempuan datang tanpa sorotan. Ia tak membawa pangkat, hanya keinginan untuk menjaga nyawa.

Cerpen

Ning 6: Bara dalam Sekam Satu Hari Sebelum Pemilihan… Di sudut kamar yang remang, asap…

Cerpen

Hujan turun deras malam itu. Gemuruh petir sesekali menyambar, menciptakan bayangan suram di dinding rumah….

Cerpen

“Aku tidak ingin Ning terluka,” gumamnya, suaranya jauh lebih lembut dari sebelumnya. “Aku hanya ingin…

Cerpen

Cinta bukan hanya tentang kata-kata manis dan janji di awal perjalanan, tetapi juga tentang bagaimana…

Cerpen

Prolog : Kinan adalah seorang jurnalis muda sebuah wilayah yang terpinggirkan dan jarang mendapat perhatian…