📌 RINGKASAN BERITA
- Peluang Kerja: Pemkab Kepulauan Seribu mendukung kehadiran Difabis Coffee & Tea sebagai wadah kerja bagi penyandang disabilitas.
- Kolaborasi: Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Baznas Bazis DKI Jakarta melalui pemberdayaan ekonomi berbasis dana ZIS untuk meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas.
KEPULAUAN SERIBU, BPSNet — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu berkomitmen memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas melalui rencana menghadirkan Difabis Coffee & Tea bekerja sama dengan Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta.
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, mengatakan kehadiran Difabis Coffee & Tea merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam menciptakan ruang kerja yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas di wilayah Kepulauan Seribu.
“Tentunya ini peluang yang bisa dimaksimalkan kaum disabilitas dalam memperoleh pekerjaan, apalagi Difabis Coffee & Tea didukung Pemprov DKI Jakarta.”
— Muhammad Fadjar Churniawan, Bupati Kepulauan Seribu
“Kabupaten Kepulauan Seribu mendukung hadirnya Difabis Coffee & Tea, berkolaborasi dengan Baznas Bazis DKI Jakarta,” ujar Fadjar, Rabu (1/7/2026).
Menurut Fadjar, program tersebut diharapkan menjadi peluang bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh pekerjaan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Tentunya ini peluang yang bisa dimaksimalkan kaum disabilitas dalam memperoleh pekerjaan, apalagi Difabis Coffee & Tea didukung Pemprov DKI Jakarta,” katanya.
Program Difabis Coffee & Tea merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi berbasis dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang digagas Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta. Konsep bisnis sosial tersebut dirancang untuk membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas agar dapat berpartisipasi aktif dalam dunia kerja.
Melalui program ini, penyandang disabilitas tidak hanya memperoleh kesempatan bekerja, tetapi juga diharapkan memiliki keterampilan, pengalaman, dan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu berharap kolaborasi bersama Baznas Bazis DKI Jakarta dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat inklusi sosial sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi penyandang disabilitas di wilayah kepulauan. AF/Red







