🌿 RINGKASAN BERITA
- Rehabilitasi Pesisir: PT Pertamina Hulu Indonesia menanam 1.000 mangrove dan 500 lamun di Pulau Pari bersama Lindungi Hutan dan masyarakat sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir.
- Dukung Aksi Iklim: Program menjadi bagian komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan, penguatan karbon biru, pengendalian abrasi, dan pembangunan berkelanjutan.
PULAU PARI, BPSNet — PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menanam 1.000 bibit mangrove dan 500 bibit lamun (seagrass) di kawasan pesisir Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Aksi lingkungan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir dan mitigasi perubahan iklim.
Kegiatan mengusung semangat #NowForClimate tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi bersama organisasi lingkungan Lindungi Hutan dan mitra petani Pulau Pari. Sebanyak 40 pekerja PHI lintas fungsi turut terlibat langsung dalam proses penanaman di kawasan pesisir.
Manager Environment PHI, Kemas Adrian mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
“Perusahaan mendukung praktik bisnis yang berkelanjutan. Tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujar Kemas.
Ia menjelaskan, program rehabilitasi pesisir tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta Tujuan 15 (Menjaga Ekosistem Daratan).
Ekosistem mangrove dan lamun memiliki peran penting sebagai penyerap karbon biru (blue carbon) yang mampu menyimpan karbon dalam jumlah besar untuk jangka waktu panjang. Selain itu, keberadaan kedua ekosistem tersebut menjadi habitat berbagai biota laut, menjaga kualitas perairan, melindungi garis pantai dari abrasi, serta menopang produktivitas perikanan masyarakat pesisir.
Perwakilan mitra petani Pulau Pari mengapresiasi dukungan PHI terhadap upaya rehabilitasi lingkungan di wilayahnya. Menurut mereka, bantuan tersebut memberikan manfaat nyata dalam mengurangi laju abrasi sekaligus memulihkan ekosistem pesisir yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami degradasi.
Masyarakat Pulau Pari juga merasakan perubahan kondisi pesisir, mulai dari meningkatnya abrasi, berkurangnya luasan padang lamun, hingga dampak kenaikan muka air laut. Karena itu, kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, dan organisasi lingkungan dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir.
PHI berharap program penanaman mangrove dan lamun ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis melalui perlindungan habitat dan peningkatan cadangan karbon biru, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Pulau Pari dan Kepulauan Seribu.







