π RINGKASAN BERITA
- Seluruh Penumpang Selamat: Gulkarmat memastikan seluruh penumpang KM Makmur Jaya berhasil dievakuasi setelah kapal mengalami mati mesin dan kandas di sisi barat Pelabuhan Pulau Pari.
- Kolaborasi Evakuasi: Warga, nelayan, Gulkarmat, BPBD, Dishub DKI Jakarta, dan Poskes Pulau Pari bergerak cepat mengevakuasi serta memberangkatkan penumpang ke Pulau Pramuka dan Pulau Panggang.
PULAU PARI, BPSNet β Seluruh penumpang KM Makmur Jaya yang mengalami mati mesin hingga kandas di sisi barat Pelabuhan Utama Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, Minggu (05/07/2026), dipastikan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Proses penyelamatan berlangsung cepat berkat kolaborasi warga, aparat, serta sejumlah instansi pemerintah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun kontributor BPSNet di Pulau Pari, kapal penumpang tradisional tersebut mengalami gangguan pada sistem starter mesin sesaat sebelum merapat di dermaga Pulau Pari sekitar pukul 10.15 WIB. Dalam kondisi angin timur yang cukup kencang dan gelombang tinggi, kapal kehilangan tenaga, hanyut hampir satu jam, sebelum akhirnya kandas di kawasan karang sisi barat pelabuhan.
Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengatakan kepada BPSNet, seluruh penumpang berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa. Setelah proses penyelamatan selesai, petugas langsung melakukan pendataan terhadap seluruh penumpang.
“Prioritas kami memastikan seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat. Saat ini seluruh penumpang sudah berada di tempat aman dan dilakukan pendataan,” ujar Gatot.

Ia menambahkan, proses evakuasi tidak berhenti setelah seluruh penumpang turun dari kapal. Untuk memastikan perjalanan dapat dilanjutkan, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengerahkan kapal reguler guna mengangkut penumpang menuju pulau tujuan, khususnya Pulau Pramuka dan Pulau Panggang.
Selain itu, BPBD DKI Jakarta juga mengoperasikan kapal evakuasi untuk mempercepat pemindahan penumpang dari Pulau Pari. Sementara tim medis Pos Kesehatan Pulau Pari melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, guna memastikan tidak ada yang mengalami gangguan kesehatan akibat insiden tersebut.
Sebelumnya, ratusan penumpang yang terdiri atas warga Kepulauan Seribu dan wisatawan sempat dilanda kepanikan ketika kapal kehilangan tenaga di tengah gelombang. Banyak penumpang, terutama ibu-ibu dan anak-anak, langsung mengenakan jaket pelampung sambil menunggu bantuan datang.
Ketua RW 03 Kelurahan Pulau Pari, Arif Irwansyah, mengatakan warga bersama nelayan setempat bergerak cepat memberikan pertolongan begitu mengetahui kapal mengalami gangguan.
“Kami sempat berupaya menarik KM Makmur Jaya menggunakan dua kapal nelayan, tetapi karena ombak cukup besar, kapal tetap terbawa arus hingga kandas di sisi barat pelabuhan. Setelah itu fokus kami membantu proses evakuasi seluruh penumpang,” katanya.
Menurut Arif, sebagian penumpang tujuan Pulau Pramuka sebelumnya juga telah diangkut menggunakan kapal pengangkut tabung gas yang melintas di lokasi. Selanjutnya, proses pemulangan dilanjutkan menggunakan armada BPBD dan kapal reguler Dishub DKI Jakarta.
Sementara itu, nahkoda KM Makmur Jaya menjelaskan gangguan terjadi akibat kerusakan pada alat starter mesin, sehingga mesin utama tidak dapat dihidupkan kembali saat kapal akan merapat ke dermaga Pulau Pari.
Hingga berita ini diterbitkan, seluruh penumpang telah berhasil dievakuasi dan diberangkatkan secara bertahap menuju pulau tujuan. Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka serius dalam insiden tersebut. Penyebab pasti kerusakan kapal masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.






