Kisah

Titah Sang Sultan

Avatar photo
469
×

Titah Sang Sultan

Sebarkan artikel ini

Bab 4

Rahma menatapnya penuh harap, dengan mata yang berbinar dengan kepercayaan. “Janji?”
“Aku janji,” jawab Saga dengan tegas.

Tiba-tiba, Gandi, seorang murid muda yang bersemangat, menghampiri. “Saga, aku ingin ikut berpetualang denganmu!”

Guru Sulaiman menatap Gandi tajam, dengan mata yang berbinar dengan kebijaksanaan. “Gandi, kau belum tahu apa yang menantimu di luar sana. Namun, aku percaya kau memiliki takdir besar.”

Guru Sulaiman lalu menoleh pada Saga. “Saga, ketahuilah bahwa Gandi bukan anak biasa. Ia dulu hanyut di lautan seperti dirimu, namun ada sesuatu yang istimewa dalam dirinya. Suatu hari, kau akan mengerti.”

Saga menatap Gandi dengan penuh tanda tanya, merasa ada sesuatu yang misterius tentang murid muda itu. Namun, tak ada waktu untuk bertanya lebih lanjut.

Dengan semangat membara, Saga dan Gandi berangkat menuju Kepulauan Seribu. Misi baru telah dimulai—mencari pusaka yang tersembunyi dan menghadapi bahaya yang belum diketahui.

Nantikan kisah selanjutnya di Bab 5: Prahara di Untung Jawa!

Bagaimana Anda menilai informasi ini? Berikan reaksi Anda!

Dukung Konten Berkualitas

Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, pertimbangkan untuk memberikan donasi melalui e-wallet.

Gunakan nomor: 082118113019 untuk melakukan donasi melalui aplikasi e-wallet pilihan Anda.

Lihat tata cara donasi di sini

Kisah

Angin laut dari selatan berhembus ganas, menyapu rimbun hutan bambu di pesisir Tiongkok Selatan. Desir daun yang biasanya bernada damai kini berubah menjadi ritme kematian,

Kisah

“Semua karakter, peristiwa, dan lokasi dalam kisah ini adalah fiksi dan tidak memiliki hubungan dengan…

Kisah

“Semua karakter, peristiwa, dan lokasi dalam kisah ini adalah fiksi dan tidak memiliki hubungan dengan…

Kisah

Sulaiman berdiri di tengah halaman rumahnya, tubuhnya berlumuran darah, napasnya berat. Tujuh sosok bertopeng berbaju hitam mengepungnya, langkah mereka ringan namun mematikan. Hasanah berlutut di tanah, memegang tubuh Zainudin yang sudah tak bergerak. “Sulaiman… mereka terlalu kuat!” teriaknya, suaranya bergetar di tengah gemuruh malam.

📷 Ilustrasi dibuat oleh AI
Kisah

“Semua karakter, peristiwa, dan lokasi dalam kisah ini adalah fiksi dan tidak memiliki hubungan dengan…

Kisah

“Semua karakter, peristiwa, dan lokasi dalam kisah ini adalah fiksi dan tidak memiliki hubungan dengan…