π RINGKASAN BERITA
- Ikan selar asin Sabira mulai dikenal pasar luar negeri: Produk olahan nelayan Pulau Sabira mulai dilirik pembeli dari Malaysia, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat.
- Didorong kualitas pengolahan tradisional: Proses penjemuran alami dan kualitas bahan baku laut Kepulauan Seribu menjadi daya tarik utama produk.
PULAU SABIRA, BPSNet β Produk ikan selar asin hasil olahan nelayan dan pelaku usaha kecil di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, mulai menunjukkan potensi menembus pasar ekspor. Komoditas tradisional ini disebut telah diminati sejumlah suplaiyer dan pembeli dari Malaysia, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat dalam skala terbatas.
Tokoh pemuda Pulau Sabira, Agung, mengatakan peningkatan minat pasar luar negeri terhadap ikan selar asin tidak lepas dari kualitas bahan baku ikan yang masih sangat segar serta proses pengolahan yang dilakukan secara alami oleh masyarakat pesisir.
Menurutnya, ikan selar yang berasal dari perairan Sabira memiliki karakter daging yang kuat dan rasa gurih alami, sehingga ketika diolah menjadi ikan asin, cita rasanya tetap terjaga dan memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding produk sejenis dari wilayah lain.
βPermintaan sudah mulai ada dari beberapa mitra luar negeri. Mereka tertarik karena kualitas ikan selar kita, apalagi diproses dengan cara tradisional dan tanpa bahan pengawet berlebihan,β ujar Agung kepada BPSNet, Minggu (05/07/2026).
Ia menjelaskan, selama ini produksi ikan asin di Pulau Sabira masih didominasi skala rumah tangga dengan metode penjemuran menggunakan sinar matahari langsung. Kondisi geografis pulau yang jauh dari pusat polusi juga disebut menjadi faktor pendukung kualitas pengeringan alami.
Selain itu, posisi Pulau Sabira yang berada di wilayah perairan terbuka membuat hasil tangkapan nelayan relatif segar karena jarak tempuh dari laut ke daratan sangat singkat. Hal ini turut memengaruhi kualitas akhir produk olahan ikan asin.
Meski demikian, Agung mengakui bahwa rantai pasok dan kapasitas produksi masih menjadi tantangan utama jika ingin benar-benar masuk pasar ekspor secara berkelanjutan. Saat ini, volume produksi masih terbatas dan belum terstandarisasi dalam skala industri.
Ia menambahkan, sejumlah pelaku usaha lokal mulai mendorong penguatan kemasan, higienitas, dan perizinan produk agar dapat memenuhi standar pasar internasional, terutama di negara-negara dengan permintaan tinggi terhadap produk seafood kering.
Ke depan, masyarakat berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memperkuat sektor UMKM perikanan di Pulau Sabira, sehingga produk ikan selar asin tidak hanya menjadi konsumsi lokal, tetapi juga mampu menjadi komoditas unggulan Kepulauan Seribu di pasar global.







