📌 RINGKASAN BERITA
- Manfaatkan sampah organik: Kelurahan Pulau Panggang mengolah sisa hasil pengolahan sampah masyarakat menjadi kompos untuk mendukung ketahanan pangan.
- Dukung urban farming: Kompos hasil olahan akan dimanfaatkan sebagai media tanam pada program urban farming yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan instansi.
PULAU PANGGANG, BPSNet — Kelurahan Pulau Panggang terus mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui pemanfaatan sisa hasil pengolahan sampah organik menjadi bahan baku kompos. Program ini diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga mendukung kebutuhan media tanam bagi pengembangan urban farming di wilayah Kepulauan Seribu.
Lurah Pulau Panggang, Jamaluddin, mengatakan program tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP), Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH), pengelola RPTRA, hingga Tim Penggerak PKK.
Menurut Jamaluddin, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan di lingkungan pulau.
“Kompos yang dihasilkan akan dimanfaatkan sebagai media tanam pada program urban farming yang saat ini terus kami kembangkan. Harapannya, kebutuhan kompos dapat dipenuhi secara mandiri melalui pemanfaatan sampah organik masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemanfaatan sampah organik menjadi kompos juga merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam memilah sampah sejak dari rumah. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, tetapi menjadi sumber daya yang memiliki nilai manfaat.
Program urban farming di Kelurahan Pulau Panggang sendiri terus dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mempercantik lingkungan. Berbagai tanaman sayuran dan tanaman produktif ditanam memanfaatkan lahan-lahan yang tersedia di kawasan permukiman.
Selain menghasilkan kompos berkualitas, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung terciptanya kawasan permukiman yang lebih hijau, sehat, serta berkelanjutan.
Melalui program ini, Kelurahan Pulau Panggang berharap pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat terus berkembang dan menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular di wilayah Kepulauan Seribu, di mana limbah organik diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat bagi kebutuhan warga.







