📌 Ringkasan Berita
- Tingkatkan keterampilan warga: Sudin KPKP Kepulauan Seribu menggelar pelatihan diversifikasi olahan hasil pertanian di enam pulau berpenduduk untuk mendorong lahirnya produk pangan bernilai tambah.
- Dorong UMKM lokal: Peserta dilatih mengolah hasil pertanian menjadi berbagai produk siap jual seperti abon cabai, sambal, sirop rempah, dan minuman herbal guna membuka peluang usaha baru.
Pramuka, BPSNet – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kabupaten Kepulauan Seribu membekali masyarakat dengan keterampilan mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai jual melalui Pelatihan Diversifikasi Olahan Hasil Pertanian yang digelar di enam pulau berpenduduk.
Pelatihan yang berlangsung pada 7-9 Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan nilai ekonomi komoditas pertanian lokal sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru berbasis pangan di Kepulauan Seribu.
Kegiatan dilaksanakan di Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang, Pulau Tidung Besar, Pulau Pramuka, Pulau Harapan, dan Pulau Kelapa dengan menghadirkan materi teori serta praktik pembuatan berbagai produk olahan.
Peserta memperoleh pelatihan membuat abon cabai varian original, teri dan cumi, sambal tomat varian original, teri dan cumi, sirop rempah premium, hingga es tomat rempah jeruk nipis.
Kepala Seksi Ketahanan Pangan Sudin KPKP Kabupaten Kepulauan Seribu, Helena Simarmata, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian agar memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar.
“Melalui pelatihan ini kami ingin memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat agar hasil pertanian yang tersedia di Kepulauan Seribu tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah, daya simpan lebih lama, dan peluang pasar yang lebih luas,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Menurut Helena, diversifikasi produk pangan merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir berbagai inovasi produk olahan berbasis hasil pertanian lokal yang berkualitas, mampu bersaing di pasar, serta menjadi salah satu penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kepulauan Seribu,” katanya.
Salah seorang peserta pelatihan di Pulau Pramuka, Siti Aminah, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang dapat diterapkan sebagai peluang usaha keluarga.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami diajarkan cara mengolah hasil pertanian menjadi produk yang lebih menarik dan bernilai jual. Ke depannya kami ingin mencoba memproduksi dan memasarkan hasil olahan ini sebagai tambahan penghasilan keluarga,” ungkapnya.
Pelatihan diversifikasi olahan hasil pertanian diharapkan mampu melahirkan lebih banyak produk pangan khas Kepulauan Seribu yang berkualitas, berdaya saing, serta memperkuat pertumbuhan UMKM berbasis potensi lokal.







