📌 Ringkasan Berita
- Pilah sampah terus diperkuat: Gerakan pemilahan sampah dari sumber di Kepulauan Seribu telah mencapai 59 persen sebagai bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
- Kurangi ketergantungan ke daratan: Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu memperkuat edukasi, infrastruktur, dan inovasi pengelolaan sampah agar sampah dapat diselesaikan di wilayah sendiri tanpa bergantung pada pengiriman ke Jakarta.
Jakarta, BPSNet – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu terus memperkuat gerakan pilah sampah dari sumber sebagai langkah membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap pengiriman sampah ke daratan Jakarta.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Seribu, Achmad Hariadi, mengatakan pelaksanaan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber di wilayah Kepulauan Seribu hingga saat ini telah mencapai 59 persen.
Menurut Achmad, capaian tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga, meski kolaborasi seluruh pihak masih diperlukan agar target pengelolaan sampah dapat tercapai secara optimal.
“Pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber di Kepulauan Seribu telah mencapai 59 persen,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Ia menjelaskan, pengelolaan sampah kini telah diterapkan di sebelas pulau permukiman melalui berbagai inovasi berbasis masyarakat, salah satunya pemanfaatan sampah organik sebagai pakan ternak bebek di Pulau Untung Jawa.
“Ternak bebek di Pulau Untung Jawa menjadi yang pertama dan sudah siap menjadi solusi dalam penanganan sampah organik,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, mengatakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat masih perlu terus diperkuat agar dapat diterapkan secara menyeluruh di seluruh wilayah Kepulauan Seribu.
Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta yang menargetkan agar sampah yang dihasilkan di Kepulauan Seribu dapat dikelola secara mandiri tanpa lagi bergantung pada pengiriman ke daratan Jakarta.
Selain memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu juga mengoptimalkan peran Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) sebagai agen edukasi yang berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.
“Oleh karena itu, para petugas tidak hanya menjalankan tugas pokoknya masing-masing, tetapi juga diharapkan mampu menjadi ujung tombak edukasi lingkungan, khususnya terkait pentingnya memilah sampah sejak dari rumah tangga,” ujar Fadjar.
Penguatan gerakan pilah sampah dari sumber diharapkan tidak hanya mampu mengurangi volume sampah yang dikirim ke daratan, tetapi juga membangun budaya pengelolaan sampah yang mandiri, berkelanjutan, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kepulauan Seribu.







