📌 RINGKASAN BERITA
- Luruskan informasi: Kadis KPKP DKI Jakarta menegaskan kucing yang direncanakan ditempatkan di shelter Pulau Tidung Kecil bukan berasal dari Jakarta, melainkan kucing liar di Kepulauan Seribu.
- Pengendalian populasi: Pemprov DKI tetap mengedepankan program sterilisasi dan vaksinasi rabies sebagai langkah pengendalian populasi kucing secara berkelanjutan.
JAKARTA, BPSNet — Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, meluruskan informasi yang berkembang mengenai rencana relokasi kucing ke Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu. Ia menegaskan, kucing yang direncanakan ditempatkan di shelter tersebut bukan berasal dari wilayah Jakarta, melainkan kucing liar yang berada di Kepulauan Seribu.
Menurut Hasudungan, keberadaan kucing liar di sejumlah pulau menjadi perhatian karena dinilai mengganggu aktivitas wisata. Oleh sebab itu, penanganannya diarahkan melalui penyediaan shelter yang dikelola secara terukur.
“Kucing-kucing yang akan dipelihara di sana bukan berasal dari Jakarta, tetapi kucing-kucing liar yang hidup di Pulau Seribu karena dianggap mengganggu wisatawan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep yang disiapkan berupa shelter atau penampungan sementara. Kucing yang telah dirawat nantinya dapat diadopsi oleh masyarakat melalui mekanisme dan persyaratan yang ketat guna menjamin kesejahteraan hewan.
“Sistem pemeliharaan seperti shelter dan apabila ada yang adopsi akan diberikan dengan syarat adopsi yang ketat,” katanya.
Hasudungan juga menyampaikan bahwa isu relokasi kucing yang kembali ramai diperbincangkan sebenarnya merupakan wacana lama yang sempat mencuat lebih dari setahun lalu.
“Itu berita lama, saya juga kaget tiba-tiba muncul lagi setelah lebih dari setengah tahun yang lalu,” tambahnya.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap mengedepankan langkah pengendalian populasi kucing melalui program sterilisasi dan vaksinasi rabies yang dilaksanakan secara gratis.
“Dengan langkah pengendalian populasi melalui kegiatan steril dan vaksinasi rabies gratis,” jelas Hasudungan.
Sebelumnya, wacana penempatan shelter kucing di Pulau Tidung Kecil sempat muncul sebagai salah satu alternatif penanganan populasi kucing liar setelah adanya laporan masyarakat melalui aplikasi JAKI. Warga mengusulkan solusi yang mengedepankan kesejahteraan hewan, seperti sterilisasi maupun penyediaan tempat penampungan yang layak.







