Lahir dan besar di Pulau Tidung, Haikal Safikri tumbuh menjadi salah satu konten kreator muda dengan pengikut terbanyak di Kepulauan Seribu. Aktif sebagai MC, pemateri public speaking, hingga kini dipercaya menjadi finalis Duta Pemuda dan Olahraga (Duta Pora) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026.
Tidung, BPSNet – Di Kepulauan Seribu, laut adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Bagi Haikal Safikri, hamparan laut itu bukan penghalang untuk bermimpi, melainkan jalan yang menghubungkan Pulau Tidung dengan Jakarta.
Lahir dan dibesarkan di Pulau Tidung, Haikal menghabiskan masa pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah di pulau kelahirannya. Lingkungan kepulauan membentuk karakter yang sederhana, tangguh, sekaligus dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kini, Haikal tengah menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA). Di tengah kesibukan kuliah, ia tetap aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan kepemudaan, komunikasi publik, dan dunia digital.
Perjalanan itu tidak terjadi dalam semalam. Berbagai pengalaman menjadi bekal yang mengantarkannya dipercaya sebagai Finalis Duta Pemuda dan Olahraga (Duta Pora) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026, sekaligus melanjutkan kiprahnya sebagai Finalis Abang None Kepulauan Seribu Tahun 2024.
Membangun Inspirasi Lewat Dunia Digital
Di era media sosial, Haikal memilih memanfaatkan platform digital bukan sekadar untuk hiburan, tetapi sebagai ruang berbagi inspirasi.
Melalui akun Instagram @djaminkal yang memiliki 3.586 pengikut, ia membagikan berbagai aktivitas sebagai pemuda Kepulauan Seribu, mulai dari kegiatan sosial, kepemudaan, hingga promosi potensi wisata daerah.
Sementara melalui akun TikTok @bangeakal, Haikal berhasil membangun komunitas dengan 27,3 ribu pengikut, menjadikannya salah satu kreator digital dengan pengikut terbanyak di Kepulauan Seribu. Konten-konten yang diunggah memperlihatkan keseharian masyarakat pulau, destinasi wisata, edukasi ringan, hingga motivasi bagi generasi muda.
Keinginannya untuk berbagi ilmu juga melahirkan akun Instagram @bangekal.talk, yang secara khusus menghadirkan materi tentang public speaking, komunikasi, personal branding, dan pengembangan diri.
Aktivitas di media sosial tersebut kemudian membuka banyak kesempatan. Haikal kerap dipercaya menjadi Master of Ceremony (MC) pada berbagai kegiatan pemerintahan, promosi pariwisata, acara kepemudaan, maupun kegiatan sosial di Kepulauan Seribu.
Tidak hanya itu, ia juga sering diundang sebagai pemateri public speaking, berbagi pengalaman mengenai teknik komunikasi, membangun rasa percaya diri, hingga pemanfaatan media sosial secara positif kepada pelajar dan generasi muda.
“Saya percaya media sosial bukan hanya tempat mencari perhatian, tetapi ruang untuk menyebarkan inspirasi dan membawa cerita baik tentang Kepulauan Seribu kepada lebih banyak orang.”
Membawa Nama Kepulauan Seribu ke Panggung Jakarta
Bagi Haikal, setiap pencapaian bukan sekadar tentang penghargaan pribadi. Lebih dari itu, ia ingin membuktikan bahwa anak-anak yang tumbuh di wilayah kepulauan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing.
Pengalaman mengikuti Abang None Kepulauan Seribu pada 2024 menjadi titik penting yang membentuk kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan jiwa kepemimpinan. Bekal itu kemudian membawanya melangkah lebih jauh hingga lolos sebagai finalis Duta Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Tahun 2026.
Di balik pencapaian tersebut, Haikal tetap memegang prinsip untuk terus belajar dan memberi manfaat.
“Saya ingin dikenal bukan karena banyak pengikut di media sosial, tetapi karena apa yang saya bagikan bisa memberikan manfaat dan membuka jalan bagi anak-anak pulau untuk berani bermimpi.”
Baginya, menjadi pemuda inspiratif bukan tentang seberapa sering tampil di depan kamera, melainkan seberapa besar dampak yang dapat diberikan kepada lingkungan sekitar.
Karena itu, setiap kesempatan menjadi pembicara, pembawa acara, maupun kreator konten selalu dimanfaatkannya untuk memperkenalkan Kepulauan Seribu sebagai daerah yang kaya akan potensi, budaya, dan sumber daya manusia.
Haikal berharap semakin banyak generasi muda dari Kepulauan Seribu yang berani keluar dari zona nyaman, mengembangkan kemampuan, serta tidak ragu memanfaatkan teknologi sebagai sarana berkarya.
“Kalau kita percaya pada kemampuan diri sendiri, asal kita bukan lagi batas. Justru dari pulau kecil inilah kita bisa membawa nama Kepulauan Seribu dikenal lebih luas.”
Bagi Haikal, laut yang mengelilingi kampung halamannya bukanlah sekat. Laut adalah pengingat bahwa setiap perjalanan selalu memiliki tujuan. Dan selama ada keberanian untuk melangkah, mimpi dari sebuah pulau kecil pun dapat berlayar hingga ke panggung Jakarta.


