Basarnas mengerahkan KN SAR Antasena untuk mencari Ramo Edwin Nuguid (54), Mualim I kapal kargo MV EVER BIRTH berbendera Panama. Warga Filipina tersebut diduga kuat terjatuh di perairan Laut Jawa, Kepulauan Seribu.
Kepulauan Seribu, BPSNet – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bergerak cepat mengerahkan tim penyelamat terpadu. Petugas mengoperasikan KN SAR Antasena guna mencari awak kapal kargo yang hilang misterius di perairan Laut Jawa, Selasa (14/7).
Lokasi hilangnya korban terindikasi kuat berada di area administratif Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. Operasi kemanusiaan skala besar ini langsung diluncurkan sesaat setelah otoritas keselamatan menerima laporan resmi dari pihak agen kapal.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika, mengonfirmasi identitas pelaut yang tengah dicari tersebut. Korban diketahui bernama Ramo Edwin Nuguid, berusia 54 tahun, serta memegang kewarganegaraan Filipina.
“Begitu menerima informasi, kami langsung mengerahkan KN SAR Antasena beserta personel SAR untuk melaksanakan operasi pencarian,” kata Desiana Kartika dalam keterangan pers tertulisnya di Jakarta, Selasa (14/7).
Korban diketahui mengemban tugas krusial sebagai Mualim I (Chief Officer) pada kapal kargo MV EVER BIRTH. Kapal berbendera Panama tersebut sedang melakukan pelayaran internasional dari Shekou, China, menuju Tanjung Priok.
Peristiwa hilangnya korban baru disadari awak kapal saat bersiap menurunkan jangkar, Senin (13/7) pukul 14.30 WIB. Lokasi lego jangkar tepat berada di kawasan Zona Jangkar Jakarta-L perairan Kepulauan Seribu.
Kru kapal sempat memeriksa kompartemen serta rekaman CCTV setelah korban tidak bisa dihubungi. Hasil rekaman kamera pengawas mengonfirmasi bahwa korban diduga kuat terjatuh ke laut lepas pada Senin siang sekitar pukul 12.20 WIB.
Desiana menambahkan bahwa operasi pencarian pada hari Selasa (14/7) diperluas secara masif. Fokus penyisiran tim SAR gabungan di sekitar lokasi kejadian perkara kini telah mencapai cakupan radius hingga 100 mil laut.
“Fokus operasi pencarian hari ini difokuskan pada penyisiran radius 100 mil laut,” jelas Desiana, Selasa (14/7). Basarnas juga memancarkan siaran radio kepada seluruh kapal komersial di perairan Laut Jawa.








