BeritaPulauSeribu
BeritaPulauSeribu

Dari Panen Nila hingga Cabai, Pulau Kelapa Terus Perkuat Ketahanan Pangan

Avatar photo
Petugas Kelurahan Kelapa bersama pengelola RPTRA Nyiur Melambai memanen ikan nila hasil budidaya sebagai bagian dari program ketahanan pangan di Kepulauan Seribu. Foto: Kelurahan Pulau Kelapa
Petugas Kelurahan Kelapa bersama pengelola RPTRA Nyiur Melambai memanen ikan nila hasil budidaya sebagai bagian dari program ketahanan pangan di Kepulauan Seribu. Foto: Kelurahan Pulau Kelapa

📌 Ringkasan Berita

  • Ketahanan pangan terus berkembang: RPTRA Nyiur Melambai Pulau Kelapa berhasil mengembangkan budidaya ikan nila dan urban farming cabai sebagai upaya memperkuat kemandirian pangan masyarakat di wilayah kepulauan.
  • Manfaat ganda bagi warga: Panen 15 kilogram ikan nila dan 1,4 kilogram cabai menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan terbatas mampu menghasilkan sumber pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Kelapa, BPSNet – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kelapa terus menunjukkan hasil positif setelah RPTRA Nyiur Melambai Pulau Kelapa berhasil mengembangkan budidaya ikan nila dan urban farming cabai melalui pemanfaatan lahan terbatas yang produktif.

Advertisement

Keberhasilan tersebut ditandai dengan panen 15 kilogram ikan nila serta 1,4 kilogram cabai yang melibatkan Kelurahan Pulau Kelapa, pengelola RPTRA Nyiur Melambai Pulau Kelapa, Tim Penggerak PKK, dan petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu.

Hasil panen cabai memiliki nilai penjualan sekitar Rp112 ribu, sementara budidaya ikan nila menjadi sumber protein alternatif yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara mandiri.

Lurah Pulau Kelapa, Muhammad Ardiansyah, mengatakan keberhasilan tersebut membuktikan bahwa potensi laut dan lahan yang terbatas di Kepulauan Seribu dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan.

“Melalui kegiatan urban farming dan budidaya ikan yang dikembangkan di RPTRA Nyiur Melambai Pulau Kelapa, kami ingin mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia menjadi lebih produktif. Selain mendukung kebutuhan pangan keluarga, hasil panen juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi warga,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Menurut Ardiansyah, pengembangan budidaya ikan nila sejalan dengan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat kemandirian pangan di Kepulauan Seribu.

“Dengan budidaya ikan nila, masyarakat tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan nelayan, tetapi juga memiliki sumber produksi ikan yang dapat dikembangkan secara mandiri dan berkelanjutan,” katanya.

Ia berharap keberhasilan panen ikan nila dan cabai tersebut dapat terus berlanjut sehingga kebutuhan protein ikan dan sayuran masyarakat Pulau Kelapa dapat dipenuhi secara mandiri.

Ardiansyah juga berharap pendampingan dari Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, penyuluh pertanian dan perikanan, serta dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) terus diperkuat melalui bantuan bibit tanaman, benih ikan, pakan, dan pelatihan manajemen budidaya.

Salah seorang warga Pulau Kelapa, Sobri (43), mengaku senang dengan pengembangan budidaya cabai dan ikan di RPTRA Nyiur Melambai Pulau Kelapa karena memberikan manfaat langsung sekaligus menambah pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan lahan produktif.

“Selain menambah pengetahuan tentang cara menanam, merawat tanaman, dan membudidayakan ikan, hasil panennya juga bisa dirasakan bersama. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan agar semakin banyak warga memanfaatkan lahan yang ada untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” tandasnya.

Keberhasilan budidaya ikan nila yang disusul panen cabai menunjukkan bahwa RPTRA Nyiur Melambai Pulau Kelapa tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik, tetapi juga berkembang menjadi pusat edukasi dan produksi pangan yang mendukung ketahanan pangan di Kepulauan Seribu.