Jelajahi Keindahan Tropis Kepulauan Seribu
Ad ⓘ
Jelajahi Keindahan Tropis Kepulauan Seribu
Ad ⓘ
Pengelolaan Sampah Mandiri Kepulauan Seribu
Ad ⓘ

Lewat Sepak Bola, 90 Anak Kepulauan Seribu Diajak Lawan Perundungan

Avatar photo
Anak-anak Kepulauan Seribu mengikuti program Football For Peace bertema anti-perundungan melalui sepak bola.
Sebanyak 90 anak dari berbagai pulau di Kepulauan Seribu mengikuti program Football For Peace yang mengusung kampanye anti-perundungan melalui kegiatan sepak bola dan futsal. (Foto: BPSNet)
Jelajahi Keindahan Tropis Kepulauan Seribu
Ad ⓘ
📰 Ringkasan Berita
  • Sebanyak 90 anak usia U-12 dan U-15 dari berbagai pulau mengikuti program Football For Peace bertema anti-perundungan (anti-bullying).
  • Program yang digagas UNI Papua dengan dukungan Esporto memanfaatkan sepak bola sebagai media membangun karakter, sportivitas, dan kepedulian sosial.

Pramuka, BPSNet – Sebanyak 90 anak kelompok usia U-12 dan U-15 dari berbagai pulau di Kepulauan Seribu mengikuti program pembangunan karakter berbasis olahraga bertajuk Football For Peace.

Kegiatan yang digagas UNI Papua dengan dukungan Esporto ini mengangkat tema anti-perundungan (anti-bullying) melalui pendekatan sepak bola dan futsal.

Program diawali dengan coaching clinic, seminar, hingga festival mini yang dirancang untuk menanamkan nilai sportivitas, kejujuran, disiplin, dan sikap saling menghargai di kalangan peserta.

Selain mengasah kemampuan bermain, anak-anak diajak memahami dampak negatif perundungan serta pentingnya membangun lingkungan pertemanan yang sehat.

Sekretaris Jenderal UNI Papua, Hirma Sjarif, mengatakan olahraga menjadi media yang efektif untuk membentuk karakter anak sejak usia dini karena setiap peserta belajar bekerja sama, menghormati perbedaan, dan menyelesaikan persoalan secara positif di dalam tim.

Peserta Football For Peace mengikuti coaching clinic dan permainan sepak bola di Kepulauan Seribu.
Selain meningkatkan kemampuan bermain sepak bola, peserta Football For Peace dibekali pendidikan karakter melalui nilai sportivitas, disiplin, kejujuran, dan kepedulian sosial. (Foto: BPSNet)

“Football For Peace bukan hanya tentang bermain sepak bola. Kami ingin anak-anak belajar menghargai teman, menolak perundungan, serta memiliki keberanian untuk membangun hubungan yang sehat dengan siapa pun,” ujar Hirma.

Menurutnya, perubahan perilaku peserta mulai terlihat sejak hari kedua pelaksanaan. Anak-anak yang sebelumnya masih cenderung bermain bersama kelompoknya masing-masing mulai berbaur, saling mendukung, dan tidak lagi memilih-milih teman saat membentuk tim.

Selain membangun karakter, kegiatan tersebut juga menjadi ajang pemantauan bakat (scouting) pemain muda Kepulauan Seribu.

Hingga kini, program Football For Peace telah memfasilitasi dua pelatih lokal mengikuti pendidikan kepelatihan hingga memperoleh Lisensi D, sebagai bagian dari peningkatan kualitas pembinaan sepak bola di wilayah kepulauan.

Ke depan, UNI Papua bersama Esporto berencana memperluas program melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu mengatasi kendala transportasi antarpulau, mendukung penyelenggaraan kompetisi usia dini secara berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas sarana olahraga bagi anak-anak di Kepulauan Seribu.

Jelajahi Keindahan Tropis Kepulauan Seribu
Ad ⓘ

Tinggalkan Balasan