BeritaPulauSeribu
BeritaPulauSeribu
Advertisement
Wisata Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu Ubah Sampah Organik Jadi Pakan Bebek, Dukung Gerakan Pilah Sampah

Avatar photo
Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan meresmikan kandang bebek di Pulau Untung Jawa sebagai bagian dari inovasi pemanfaatan sampah organik menjadi pakan ternak untuk mendukung pengelolaan sampah dan ketahanan pangan. Foto: Humas Kabupaten Kepulauan Seribu.
Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan meresmikan kandang bebek di Pulau Untung Jawa sebagai bagian dari inovasi pemanfaatan sampah organik menjadi pakan ternak untuk mendukung pengelolaan sampah dan ketahanan pangan. Foto: Humas Kabupaten Kepulauan Seribu.

📌 RINGKASAN BERITA

  • Inovasi pengelolaan sampah: Kabupaten Kepulauan Seribu memanfaatkan sampah organik sebagai pakan bebek di Pulau Untung Jawa untuk mengurangi volume sampah sekaligus mendukung ketahanan pangan.
  • Capaian 59 persen: Implementasi Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber di Kepulauan Seribu telah mencapai 59 persen dan terus diperluas ke seluruh pulau berpenduduk.

UNTUNG JAWA, BPSNet — Kabupaten Kepulauan Seribu terus menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah melalui pemanfaatan sampah organik sebagai pakan bebek di Untung Jawa. Program tersebut menjadi bagian dari implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber yang hingga kini telah mencapai 59 persen di wilayah Kepulauan Seribu.

Inovasi tersebut ditandai dengan peresmian kandang bebek oleh Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, Senin (6/7/2026). Program ini memanfaatkan sampah organik rumah tangga sebagai pakan ternak sehingga mampu mengurangi volume sampah sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Fadjar mengatakan, pemanfaatan sampah organik sebagai pakan bebek merupakan solusi yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas peternakan masyarakat.

“Gagasan ini bertujuan agar sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pakan bebek. Hasilnya cukup baik, bahkan dalam dua hari bebek sudah mulai produktif bertelur sehingga turut mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pakan bebek tidak hanya mengandalkan sampah organik. Menurutnya, pakan tambahan tetap diperlukan agar kesehatan dan produktivitas ternak tetap terjaga.

Fadjar menambahkan, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu akan terus melakukan pendampingan sehingga program tersebut dapat terus berkembang.

“Ini merupakan pengalaman pertama yang akan terus kita evaluasi dan sempurnakan. Jika berhasil, model ini bisa menjadi contoh untuk diterapkan di pulau-pulau lain,” katanya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Achmad Hariadi, menjelaskan hingga saat ini pelaksanaan Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber telah menjangkau 11 pulau berpenduduk dengan capaian sebesar 59 persen.

Menurutnya, pemanfaatan sampah organik sebagai pakan bebek di Untung Jawa menjadi salah satu inovasi pengelolaan sampah yang memiliki manfaat ganda, yakni mengurangi timbulan sampah sekaligus mendukung ketahanan pangan.

“Saat ini sampah telah dikelola di sebelas pulau penduduk, salah satunya melalui pemanfaatan sebagai pakan ternak di Pulau Untung Jawa. Ternak bebek di Pulau Untung Jawa menjadi yang pertama dan siap menjadi solusi dalam penanganan sampah organik,” jelas Hariadi.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu berharap inovasi tersebut dapat direplikasi di pulau-pulau berpenduduk lainnya sehingga mampu mempercepat pencapaian target pengelolaan sampah sekaligus membangun budaya memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.

Bagaimana tanggapan Anda?