- KPKP Kepulauan Seribu berencana menggandeng sekolah agar kebun budidaya dan green house dimanfaatkan sebagai ruang belajar siswa.
- Program ini diharapkan mengenalkan pertanian, hortikultura, dan ketahanan pangan kepada pelajar melalui praktik langsung di lapangan.
Pramuka, BPSNet – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu berencana menggandeng sekolah-sekolah untuk memanfaatkan kebun budidaya dan fasilitas green house sebagai ruang belajar bagi siswa.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkenalkan pertanian, hortikultura, dan ketahanan pangan sejak dini melalui pembelajaran praktik di lapangan.
Kepala Seksi Ketahanan Pangan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Helena Simarmata, mengatakan pihaknya tengah mengupayakan kerja sama dengan sekolah agar berbagai fasilitas pertanian yang dimiliki KPKP dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi pelajar.
“Harapan ke depan kami bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat. Dalam waktu dekat ini kami sedang mengupayakan kerja sama dengan sekolah agar kebun-kebun budidaya, baik di green house, Pulau Tidung Kecil, maupun demplot-demplot docking bisa menjadi tempat belajar siswa,” ujar Helena, Minggu (19/7).
Menurut Helena, pembelajaran di kebun budidaya diharapkan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal proses bercocok tanam sekaligus memahami pentingnya ketahanan pangan di wilayah kepulauan.
Saat ini, KPKP Kepulauan Seribu memiliki satu unit green house di Pulau Pramuka yang difungsikan sebagai pusat pembibitan tanaman.
Selain itu, terdapat kawasan kebun budidaya produktif di Pulau Tidung Kecil yang menjadi lokasi pengembangan berbagai komoditas pangan dan hortikultura.
Di kawasan tersebut, berbagai tanaman dibudidayakan secara berkelanjutan, mulai dari melon, cabai rawit, jagung, singkong, jeruk nipis, pohon sukun, hingga tanaman obat keluarga (TOGA).
Sementara itu, pengembangan hortikultura juga dilakukan melalui sejumlah demplot pertanian di area docking yang tersebar di wilayah Kepulauan Seribu.
Melalui kolaborasi dengan sekolah, seluruh fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pusat produksi pangan, tetapi juga berkembang menjadi laboratorium pembelajaran.
Hal itu untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia pertanian serta meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.











