Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 01 Satu Atap Pulau Pari berlangsung atraktif dengan mengenalkan bela diri Karate dan Pencak Silat. Kegiatan ini dirancang oleh pihak sekolah untuk membentuk karakter tangguh, disiplin, sekaligus melestarikan budaya sejak hari pertama siswa baru masuk sekolah.
Fokus utama acara ini adalah demonstrasi seni bela diri Karate dan Pencak Silat. Para siswa baru diperlihatkan teknik dasar pertahanan diri secara langsung. Pengenalan ini bertujuan memfasilitasi bakat non-akademik siswa sejak dini.
“Kami mengenalkan bela diri bukan untuk pamer kekuatan fisik,” ujar Wahyudi, Guru SMPN 01 Satap Pulau Pari. Menurutnya, kegiatan ini memuat nilai pembentukan karakter fundamental yang sangat dibutuhkan remaja usia sekolah.
Melalui Karate dan Silat, siswa baru diajarkan sportivitas dan pengendalian diri. Olahraga ini menjadi ekstrakurikuler unggulan yang sering mengukir prestasi. Tim bela diri sekolah bahkan pernah meraih juara di tingkat nasional.
Kehadiran Pencak Silat juga membawa misi pelestarian warisan budaya asli Indonesia. Pihak sekolah berharap kegiatan ini menumbuhkan rasa bangga pada identitas bangsa. Hal tersebut sekaligus membentengi siswa dari pergaulan negatif.
Para peserta didik baru sangat antusias menyaksikan peragaan jurus dari kakak kelas. Banyak siswa langsung tertarik bergabung dengan tim bela diri sekolah. Metode interaktif ini efektif mencairkan suasana canggung saat orientasi.
“Keterbatasan geografis wilayah kepulauan bukan penghalang untuk meraih prestasi,” tegas Wahyudi. Sekolah optimis dapat mencetak generasi muda Pulau Pari yang sehat fisik, kuat mental, dan berprestasi nasional.








