⚓ Ringkasan Berita
Kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MTsN 26 Kepulauan Seribu Kampus B Pulau Pramuka diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan simultan dari puskesmas setempat ini bertujuan memantau kondisi fisik siswa baru secara dini.
Pulau Pramuka, BPSNet – MTs Negeri 26 Kepulauan Seribu Kampus B Pulau Pramuka mengisi masa perkenalan sekolah dengan pelayanan medis. Kegiatan dikemas lewat pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh peserta didik baru, Selasa (14/7).
Layanan skrining kesehatan tersebut difasilitasi langsung oleh jajaran tenaga medis. Petugas Kesehatan dari Puskesmas Pembantu Kelurahan Pulau Panggang dikerahkan ke lokasi sekolah guna memberikan pelayanan maksimal.
Program ini bertepatan dengan momentum Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA). Pihak madrasah memanfaatkan masa orientasi ini untuk memastikan kesiapan fisik serta mental siswa dalam menempuh pendidikan baru.
Kepala Sudin Kesehatan Kepulauan Seribu, dr. Ghamal Ahmad Pramana, menjelaskan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ini berjalan masif. Layanan dilakukan secara simultan serta teragendakan di setiap sekolah kepulauan.

“Program pemeriksaan atau cek kesehatan gratis dilakukan secara simultan dan teragendakan di tiap sekolah,” ujar dr. Ghamal Ahmad Pramana, Selasa (14/7). Langkah preventif ini krusial bagi siswa baru.
Ghamal menambahkan, rangkaian pemeriksaan fisik komprehensif menyasar berbagai indikator penting. Ini meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, status gizi, mata, telinga, hingga deteksi faktor risiko penyakit.
Petugas medis di lapangan juga melaksanakan pengecekan kadar hemoglobin (HB) khusus siswa. Pemeriksaan ini sangat berguna guna mengantisipasi sekaligus mendeteksi gejala anemia sejak dini pada usia remaja.
Wakil Koordinator MTs Negeri 26 Kepulauan Seribu Kampus B, Ramdan Irwanto, menyambut positif kegiatan kolaboratif ini. Menurutnya, sinergi sektor kesehatan dan pendidikan membawa dampak yang sangat baik.
“Dengan pemeriksaan kesehatan, siswa akan dapat mudah diketahui kondisinya sejak awal sekolah,” kata Ramdan Irwanto. Deteksi dini membantu pihak sekolah memberikan penanganan yang tepat.








